Bogordaily.net – Santri kelas 6 Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) mengikuti kegiatan Amaliyyah Tadris pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian ujian akhir atau nihai yang menjadi bagian dari persyaratan kelulusan santri.
Amaliyyah Tadris merupakan praktik mengajar yang dilakukan oleh santri kelas 6 MA dengan mata pelajaran yang telah ditentukan.
Melalui kegiatan ini, santri diberi kesempatan untuk menerapkan ilmu kependidikan yang telah dipelajari sekaligus mengembangkan keterampilan mengajar sebelum terjun ke masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan mengikuti tahapan dan ketentuan pembelajaran yang telah dipelajari melalui kitab Tarbiyah Amaliyah. Materi tersebut menjadi pedoman bagi santri dalam mempersiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran secara terstruktur.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik mengajar, tetapi juga mencakup evaluasi. Setelah menyelesaikan pengajaran, peserta memperoleh masukan dari pengawas dan sesama peserta nihai. Evaluasi tersebut bertujuan membantu santri mengidentifikasi kekurangan serta memperbaiki keterampilan mengajar mereka.
Ustaz Reza Fatir selaku pengawas Amaliyyah Tadris menjelaskan bahwa salah satu kendala yang sering dihadapi peserta adalah rasa gugup ketika harus mengajar di depan orang lain.
“Kebanyakan kesalahan dari mereka itu grogi, karena banyak dari mereka yang baru pertama kali maju di depan orang-orang. Dan dari grogi ini mengakibatkan kesalahan-kesalahan seperti lupa materi, tahapan, dan lain-lain,” ungkapnya.
Selain kendala saat praktik, waktu persiapan juga menjadi perhatian sebagian peserta. Salah seorang peserta nihai menyampaikan bahwa waktu satu minggu yang diberikan panitia untuk menyusun materi dirasa kurang. Pasalnya, peserta perlu mempersiapkan berbagai hal, mulai dari penyusunan materi hingga latihan mengajar. Kondisi tersebut semakin menjadi tantangan bagi santri yang masih menjalani izin pulang.
Peserta tersebut berharap panitia dapat memberikan waktu persiapan yang lebih panjang pada pelaksanaan tahun berikutnya agar santri memiliki kesempatan lebih optimal dalam mempersiapkan materi dan praktik mengajar.
Melalui Amaliyyah Tadris, santri kelas 6 MA diharapkan tidak hanya mampu memenuhi salah satu persyaratan kelulusan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan mengajar, keberanian, dan kesiapan untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.***

