HomeTravellingJazz di Kebun Perdana di Kebun Raya Bogor Sukses, 5.000 Tiket Ludes...

Jazz di Kebun Perdana di Kebun Raya Bogor Sukses, 5.000 Tiket Ludes Terjual

Bogordaily.net – Pagelaran musik Jazz di Kebun untuk pertama kalinya hadir di Kebun Raya Bogor, Sabtu 7 Oktober 2026 Mengusung tagline An Intimate Outdoor Jazz Experience, acara ini menawarkan pengalaman menikmati musik jazz di tengah suasana alam terbuka dengan nuansa yang lebih dekat, santai, dan personal.

Digelar oleh PT Mitra Natura Raya, bagian dari Dyandra & Co., bersama Tring! by Pegadaian sebagai presented by, acara ini memadukan pertunjukan musik dengan keindahan lanskap hijau dan karakter botani Kebun Raya Bogor.

Antusiasme masyarakat pun terlihat dari ribuan pengunjung yang memadati area acara. Bahkan, seluruh tiket yang disediakan sebanyak 5.000 lembar berhasil terjual habis.

Managing Director Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan Jazz di Kebun merupakan pengembangan dari acara Sunset di Kebun yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan.

Menurutnya, jika Sunset di Kebun lebih mengusung konsep konser dengan nuansa musik pop yang dekat dengan generasi muda, Jazz di Kebun hadir dengan warna musik berbeda melalui genre jazz.

“Jadi, event Jazz di Kebun ini merupakan inisiasi kami sebagai pengembangan dari event Sunset di Kebun yang sudah sukses kami jalankan sebelumnya. Kalau sebelumnya Sunset di Kebun merupakan konser yang penuh pesan edukasi dengan nuansa pop yang sangat kental dengan Gen Z, kali ini kami menghadirkan konser dengan nuansa musik jazz,” ujar Marga.

Ia menjelaskan, melalui acara tersebut pihaknya ingin memberikan pengalaman baru bagi pengunjung Kebun Raya Bogor. Tidak hanya menikmati pertunjukan musik, pengunjung juga tetap mendapatkan pesan edukasi mengenai lingkungan dan konservasi.

Marga menambahkan, Jazz di Kebun juga dirancang untuk menjangkau segmen pengunjung yang lebih luas. Meski banyak dihadiri anak muda dan Gen Z, acara tersebut turut menarik perhatian pengunjung senior yang datang bersama anak dan keluarga mereka.

“Memang di konser ini tetap banyak Gen Z dan anak muda yang hadir. Namun, bagi kami, ini merupakan langkah pengembangan pasar atau market expansion. Segmen penikmat jazz itu sangat variatif. Kami melihat banyak pengunjung senior yang datang membawa anak serta keluarganya untuk menikmati suasana,” jelasnya.

Ia menegaskan, konsep ramah keluarga atau family-friendly memang menjadi salah satu hal yang diutamakan dalam penyelenggaraan Jazz di Kebun. Hal tersebut sejalan dengan misi Kebun Raya yang tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang rekreasi dan edukasi bagi masyarakat.

Untuk memperkuat unsur edukasi, panitia juga menghadirkan sejumlah kelas gratis di area acara ketika terjadi jeda pergantian penampil. Salah satunya adalah kelas merangkai bunga yang dapat diikuti pengunjung.

“Ketika konser sedang downtime atau saat jeda pergantian artis, kami menyediakan kelas-kelas edukasi secara gratis di area venue, seperti kelas merangkai bunga. Ini semakin menegaskan bahwa fungsi edukasi Kebun Raya tetap berjalan,” ungkapnya.

Dalam gelaran perdana ini, Jazz di Kebun menghadirkan sejumlah musisi dan grup musik, di antaranya Adikarya, Wijaya 80, Societeit de Harmonie, Mocca, Taddy Aditya, Gerry Herb Quartet, hingga Tulus.

Marga mengungkapkan, pihaknya sejak awal menargetkan sebanyak 5.000 pengunjung dapat hadir dalam gelaran tersebut. Target itu pun berhasil tercapai dengan seluruh tiket yang telah terjual habis.

“Kami menargetkan 5.000 pengunjung yang menonton Jazz di Kebun, dan alhamdulillah seluruh tiket sudah sold out. Jadi, ada 5.000 orang yang hadir ke sini,” katanya.

Terkait kelanjutan acara, Marga menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan penyelenggaraan Jazz di Kebun pada tahun berikutnya.

“Nanti setelah event ini selesai, kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah akan diselenggarakan lagi tahun depan dengan konsep yang lebih kuat atau seperti apa bentuknya. Tapi sejauh ini, tanda-tandanya sangat positif,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here