Bogordaily.net – Kontingen pencak silat Kota Bogor mulai memantapkan langkah untuk bersaing memperebutkan medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Dengan mengandalkan 21 atlet yang turun di nomor tanding dan seni, Kota Bogor memasang target meraih medali emas sekaligus mencatatkan prestasi terbaik.
Pelatih pencak silat Kota Bogor, Solihin, mengatakan seluruh atlet telah menjalani serangkaian persiapan intensif. Mulai dari penguatan fisik, pematangan teknik, hingga pembinaan mental terus dilakukan guna memastikan para pesilat siap menghadapi persaingan di arena Porprov Jabar 2026.
“Alhamdulillah, kita siap tempur. Persiapan sudah fisik, kemarin mental, semua sudah kita siapkan 100 persen. Tinggal kita bertanding di lapangan, melawan lawan-lawan yang memang sama-sama siap. Mentalnya harus lebih ditingkatkan,” ujar Solihin.
Pertandingan cabang olahraga pencak silat dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 November 2026. Dalam sehari, pertandingan dapat mencapai 15 partai, dimulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut Solihin, terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni tanding dan TGR (Tunggal, Ganda, dan Regu). Kategori tanding mempertemukan dua atlet dalam pertandingan satu lawan satu. Sementara kategori TGR merupakan nomor seni yang menampilkan kemampuan gerak pencak silat secara individu maupun beregu.
Ia menjelaskan, penilaian kategori tanding dilakukan oleh tiga juri, sedangkan kategori TGR melibatkan 10 juri.
Selain kesiapan fisik dan teknis, aspek keselamatan atlet juga menjadi perhatian. Solihin menyebut koordinasi dengan panitia telah dilakukan untuk memastikan pertandingan berlangsung sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
“Yang penting kita itu aturan. Peraturannya sudah dijelaskan, antara dua belah pihak, kontingen, pelatih dalam hal ini, dan panitia. Insyaallah, mudah-mudahan semuanya selamat, sehat, tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.
Salah satu atlet pencak silat Kota Bogor, Mochamad Dava Afif Vasya, mengaku siap menghadapi persaingan di Porprov Jabar 2026. Atlet kategori tanding kelas A putra dewasa dengan berat badan 45–50 kilogram tersebut mengatakan telah menjalani persiapan bersama tim Kota Bogor selama dua tahun.
Menurut Dava, tahapan latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, pra-kompetisi, hingga memasuki masa kompetisi. Program tersebut difokuskan untuk membangun kesiapan fisik, mental, serta kemampuan bertanding.
Ia menilai Porprov menjadi kesempatan penting untuk membawa nama Kota Bogor di tingkat Jawa Barat. Karena itu, dirinya bertekad memberikan penampilan maksimal demi meraih prestasi terbaik.
“Persiapan utama saya pribadi adalah mental. Kami dari tim Kota Bogor sudah persiapan dua tahun sebelum menjelang pertandingan. Mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus bisa tampil lebih maksimal dan istimewa untuk mengharumkan nama Kota Bogor di kancah Jawa Barat,” ujar Dava.
Bagi Dava, Porprov 2026 juga menjadi momentum untuk memperbaiki pencapaian sebelumnya. Pada Porprov 2022, ia berhasil meraih medali perak. Kali ini, atlet tersebut memasang target lebih tinggi, yakni membawa pulang medali emas.
“Target saya pribadi emas. Sebelumnya saya juga sudah pernah ikut di tahun 2022, rezeki saya perak. Kali ini saya akan membuktikan bahwa pelajaran dan pengalaman yang sudah saya alami di tahun 2022 akan saya bayar di tahun 2026 dengan hasil juara satu, yaitu emas,” ungkapnya.
Dalam jadwal pertandingan, Dava dijadwalkan menghadapi atlet asal Kabupaten Majalengka pada babak perempat final.
Solihin berharap seluruh atlet mampu menjaga kondisi kesehatan, disiplin selama mengikuti pertandingan, serta mengutamakan doa dan perjuangan untuk mencapai hasil terbaik.
Ia optimistis kontingen pencak silat Kota Bogor mampu memenuhi target medali emas, bahkan melampaui capaian yang telah ditetapkan.
“Harapannya, kita mendapatkan medali emas yang kita targetkan dan melebihi. Sukses prestasi, sukses penyelenggaraan,” tutur Solihin.
Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar tetap menjaga kesehatan dan semangat selama kejuaraan berlangsung.
“Selalu berdoa, selalu berjuang, jaga kesehatan. Insyaallah, kemenangan sudah ada di tangan,” pungkasnya.***

