Bogordaily.net – Ada pemandangan menarik di Hambalang, Bogor, Minggu (8/11/2026).
Presiden Prabowo Subianto menerima tamu-tamu istimewa. Bukan hanya pejabat aktif. Kali ini, yang datang adalah para mantan Kapolri.
Nama-namanya bukan orang sembarangan. Ada Tito Karnavian, yang sekarang menjabat Menteri Dalam Negeri. Ada pula Da’i Bachtiar, Sutanto, Roesmanhadi, hingga Surojo Bimantoro.
Mereka pernah memegang tongkat komando tertinggi di institusi kepolisian. Kini, mereka duduk bersama Presiden.
Pertemuan itu berlangsung di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor. Dokumentasinya diunggah melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Prabowo tampil dengan kemeja safari cokelat. Sementara para mantan Kapolri kompak mengenakan batik.
Satu per satu mereka disalami Prabowo. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terlihat memperkenalkan para seniornya kepada Presiden.
Ada pula momen kecil yang menarik perhatian.
Ketika bertemu Roesmanhadi, Prabowo menyapanya dengan akrab.
“Mas, apa kabar, Mas?” tanya Prabowo.
Roesmanhadi menjawab bahwa dirinya baik. Ia bahkan menyampaikan salam dari Mbak Tiwi.
Prabowo kemudian menanyakan kondisi istri Roesmanhadi, Dewi Bekti Pertiwi.
“Sehat, Mbak Tiwi sehat?” tanya Prabowo.
“Ya alhamdulillah,” jawab Roesmanhadi.
Percakapan singkat itu memperlihatkan suasana pertemuan yang cair. Tidak melulu formalitas kenegaraan.
Namun, siapa saja yang hadir membuat pertemuan ini menarik untuk dicermati.
Selain para mantan Kapolri, Prabowo didampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setelah bersalaman, rombongan menuju ruangan pertemuan. Mereka kemudian duduk mengelilingi meja bersama Presiden.
Diskusi pun dimulai.
Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai pokok pembicaraan maupun agenda khusus yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Yang jelas, pertemuan itu mempertemukan sejumlah tokoh yang pernah memimpin Polri dengan Presiden, Kapolri aktif, Panglima TNI, dan Menteri Pertahanan.
Di Hambalang, para jenderal senior itu kembali berkumpul. Kali ini bukan untuk memimpin institusi, melainkan memenuhi undangan Presiden.
Apa yang dibicarakan di balik meja pertemuan? Publik tentu menunggu penjelasan berikutnya.***

