Bogordaily.net – Roy Suryo akhirnya bertemu langsung dan menyaksikan Jokowi memperlihatkan ijazahnya di persidangan.
Ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur itupun bergemuruh, Kamis (5/11/2026). Udara yang semula dingin oleh pendingin ruangan seketika memanas ketika Jokowi menunjukkan ijazah kesarjanaannya di depan muka Roy Suryo.
Jokowi melunasi rasa penasaran publik. Ia memamerkan langsung deretan dokumen ijazah miliknya dari tingkat sekolah dasar hingga sarjana.
Namun, di tengah keriuhan ruang sidang dan sorot puluhan lampu kilat kamera, pemandangan paling kontras datang dari sang lawan.
Roy Suryo, sosok yang selama bertahun-tahun menuding lembaran-lembaran itu palsu, berdiri hanya berjarak beberapa jengkal.
Alih-alih terperangah saat bukti fisik itu dibentangkan tepat di depan mukanya, pakar telematika tersebut justru tersenyum simpul lalu tertawa lebar.
Roy, bersama tim kuasa hukumnya, segera mengarahkan kamera ponsel ke arah dokumen yang tengah diangkat Jokowi, mengabadikan setiap sudut lembaran yang dipersoalkannya.
Adegan pembuktian tersebut bermula ketika jaksa penuntut umum membawa barang bukti dokumen pendidikan Jokowi ke hadapan majelis hakim.
Setelah berkas diverifikasi di atas meja hijau, Jokowi tak langsung kembali ke tempat duduknya. Ia menatap ketua majelis hakim dan menyuarakan permohonan yang tidak lazim dalam protokoler kesaksian.
“Kalau dibolehkan, saya mau menunjukkan ijazah saya dari SD, SMP, SMA sampai ijazah S1 saya ke hadirin juga, yang mulia,” kata Jokowi memohon kepada hakim.
Mendengar permohonan saksi korban, hakim memberikan izin. Jokowi berbalik badan menghadap ke bangku hadirin.
Dengan kedua tangannya, ia mengangkat satu per satu ijazah tersebut ke udara, memperlihatkannya secara terbuka ke hadapan para pengunjung sidang dan awak media.
Reaksi hadirin meledak. Teriakan dan tepuk tangan langsung menggema di seisi ruangan, membuat aparat peradilan sempat melayangkan teguran demi menertibkan ketertiban sidang.
Tak jauh dari posisi Jokowi, Roy Suryo tetap menyunggingkan tawa tanpa henti, memandang gestur mantan presiden itu dengan tatapan penuh ironi.
Setelah memastikan dokumen tersebut tersorot jelas ke seluruh penjuru ruangan dan majelis hakim, Jokowi kembali ke kursi pemeriksaan dengan gestur tenang.
Aksi Jokowi memperlihatkan dokumen fisik tersebut melengkapi keterangan lisannya mengenai rekam jejak pendidikan formal yang ia tempuh.
Menjawab rentetan pertanyaan penuntut umum, Jokowi merunut memori masa kecilnya di Surakarta hingga kelulusannya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.
“Saya SD di SDN Nomor 111 Surakarta. SMP-nya di SMPN 1 Kota Surakarta. SMA di SMAN 6 Surakarta,” kata Jokowi.
Selepas menamatkan bangku sekolah menengah atas di Kota Solo, Jokowi melanjutkan studinya di jenjang strata satu pada Fakultas Kehutanan UGM.
Rincian riwayat itu dibeberkannya secara runut sebagai bantahan langsung atas tuduhan manipulasi data akademik yang terus bergulir di media sosial.
Di sudut lain ruang persidangan, dua anak Jokowi, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu, duduk merapat di deretan bangku pengunjung paling depan.
Keduanya hadir khusus untuk mengawal sang ayah yang harus duduk berjam-jam memberikan keterangan di bawah sumpah peradilan.
Sepanjang momen Jokowi memperlihatkan ijazah dan suara tawa terdakwa merebak, Kaesang dan Kahiyang tampak menyaksikan dengan tatapan dingin tanpa beranjak dari tempat duduknya.***

