Bogordaily.net – Pertandingan All Star Reuni Tim sepakbola tahun 1980, mempertemukan Persatuan Sepakbola Darin Junior (Darcil) dan United Yunior ( Unyil) dalam satu tim di liga Trofeo Loceng. Pemain Darcil Irwansyah menuturkan setelah 41 tahun tak bertemu, pemain Darcil dan Unyil kumpulan bareng satu Tim untuk kembali merumput.
Di Liga Trofeo Loceng, Tim Darcil yang huni oleh pemain-pemain legendaris melawan Tim Junior seperti Balak Enam, tentunya masih memberikan pelawanan.
“Secara skill kita masih unggul. Akan tetapi, secara fisik sudah tidak bisa dihindari lagi melawan Tim Balak Empat kedodoran. Namun, semangat bertanding tak kalah dengan skuad anak muda, ” ungkapnya.
Senada, Dade Zico mengungkap bukan kalah menang di Liga Trofeo Loceng, namun bagaimana diusia yang tak muda lagi tetap bisa memberikan motifasi semangat bertanding kepada Junior.
Terlebih, setelah sekitat 35 tak lagi bermain sepak bola. Tim Darcil dan Unyil bisa di persatuan lagi dalam satu Tim yang masih tetap solid.
“Kita kangen akan turnamen sepak bola yang dulu pernah menjuari. Di Liga Trofeo ini berharap bisa bermunculan bibit-bibit muda di ajang sepak bola dengan kemasan reuni dan hiburan. Bisa mengaharumkan kembali sepakbola dan nama besar Dramaga,” ujarnya.
Sementara pemai veteran United Yunior, Herlan mengatakan. Sangat berkesan dengan pertandingan ini. Karena setelah 37 tahun tidak bertemu. Bisa kembali bersilaturahmi.
“Menang kalah bukan tujuan utama, namun gembira karena keluar keringat dan tenaganya kekeluargaan, ” imbuhnya kepada Bogordaily.net
Trofi juara satu di Liga Trofeo Loceng yang diikuti empat tim, dengan sistem bertemu berhasil di raih oleh Tim Balak Opat Kecamatan Dramaga.
Setelah unggul agregat dari Tim KUMS wakil Kecamatan Cibungbulang.


