Bogordaily.net – Beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial, aksi pedagang dikawasan puncak Kabupaten Bogor, yang mengibarkan bendera merah putih, seolah menjadi tanda keterpurukan usaha masyarakat kecil akibat Covid-19.
Tidak hanya di tataran pedagang kaki lima, pandemi juga memporak porandakan usaha lainnya seperti hotel, cafe dan restoran.
Para pelaku usaha sektor informal yang biasanya tahan banting menghadapi berbagai krisis ekonomi, berangsur-angsur usahanya luluhlantah.
Beruntung pada minggu lalu,cerita kelam pelaku usaha mikro dan kecil mulai terobati. Muncul optimisme saat Kang Djadjas Djasepudin memenuhi undangan membuka bazar dan menemui para pelaku UMKM Kec. Cibinong dan sekitarnya di ITC Cibinong.
Semangat dan keinginan untuk bangkit dengan cepat, menunjukan mental tangguh para pelaku UMKM.
“Akhir pekan kemari, saya mengunjungi Pasar Cisarua milik Pemkab Bogor, yang sedang direvitalisasi dengan anggaran yang bersumber dari bantuan keuangan Pemprov Jabar,” papar Kang Djadjas Djasepudin.
Dalam perjalanannya Kang Djadjas Djasepudin, menyusuri kelokan jalan di jalur Puncak, kondisi arus lalu lintas yang padat merayap.
Pemberlakuan aturan ganjil genap di Kabupaten Bogor, tak mengurangi animo wisatawan domestik untuk mengunjungi kawasan wisata Puncak.
“Pedagang Kaki Lima dan pelaku UMKM pun kembali menggeliat, cepat. Demi mengantisipasi pulihnya ekonomi di kawasan wisata Puncak Bogor, revitalisasi pembangunan Pasar Cisarua yang menghabiskan total anggaran 35M yang diberikan dalam 2 (dua) tahun anggaran menemukan posisi pentingnya,” kata Kang Djadjas Djasepudin.
Ia menuturkan Pemprov Jabar sebagai pemberi bantuan anggaran, Disperindag Pemkab. Bogor sebagai pihak yang membangunkan pasar yang terdiri dari ribuan los terbuka, kios tertutup, arena foodcourt.
“PD Pasar Tohaga sebagai pihak pengelola ke depannya adalah contoh kolaborasi positif dari pemerintah untuk menyediakan tempat yang representatif bagi pelaku ekonomi rakyat,” ujarnya.
