Bogordaily.net – dr. Banon Sukoandari Sp. S mengajak para dokter umum supaya mengikuti seminar tentang Alzheimer. Tujuan pentingnya diadakannya seminar mengenai Alzheimer ini supaya dapat mengidentifikasi gejala awal sehingga pengelolaan akan lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Bogor dr. Banon Sukoandari Sp, S dalam seminar virtual berjudul “Know Dementia, Know Alzheimer” yang diselenggarakan secara terbatas di Bogor Senior Hospital, Sabtu 25 September 2021.
dr. Banon Sukoandari Sp. S menceritakan bahwa ia ingin mengajak dokter-dokter umum yang berada di garis depan di puskesmas atau di klinik-klinik untuk mengetahui gejala-gejala awal pada Dementia. Sehingga pengelolaan akan lebih baik.
“Penyakit ini makin lama gejalanya makin parah. Alzheimer atau pikun, merupakan penyakit yang banyak banyak diidap orang tua. Pengelolaan penyakit ini harus banyak melibatkan dokter, selain itu disiplin ilmu juga perlu mengenai penyakit ini” Kata dr. Banon Sukoandari kepada BogorDaily.net.
Rata-rata kata dr. Banon Sukoandari, penyakit Alzheimer cenderung menyerang orang lanjut usia, atau di sekitaran umur 60 tahun. Selain itu, lanjut dr. Banon Sukoandari, pasien yang didiagnosis mengidap Alzheimer prosesnya memakan waktu lama.
“Prosesnya tidak bisa tuntas dalam seminggu atau dua minggu, namun cukup lama,” kata dr. Banon Sukondari.
Pencegahan terhadap penyakit Alzheimer bisa dilakukan dengan cara proses yang cukup panjang, pertama adalah pendidikan formal, kemudian olahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran otak, khususnya dan juga jantung serta paru-paru ditambah dengan makanan yang sehat.
“Sebetulnya di Bogor ini makanannya bisa dikatakan cukup sehat, secara ilmu pengetahuan dan statistik” tambahnya.
Kemudian harapan kedepannya dari acara seminar ini dr. Banon Sukoandari ingin para dokter umum bisa mendeteksi dini mengenai penyakit Alzheimer ini.
“Nanti kita akan ajarkan kepada para dokter umum mengenai gejala seawal mungkin dan dengan tepat dapat merujuk kepada ahlinya” pungkasnya.***
(Diki Sudrajat)

