Friday, 24 April 2026
HomeBeritaCiri-Ciri Anak Obesitas yang Perlu Diwaspadai Orang Tua, Efeknya Fatal Jika Dibiarkan

Ciri-Ciri Anak Obesitas yang Perlu Diwaspadai Orang Tua, Efeknya Fatal Jika Dibiarkan

Bogordaily.net–Mengenali ciri-ciri anak obesitas dan pencegahannya penting untuk orang tua. Sebab, banyak pemicu obesitas yang ditemui anak di era modern dan kontrol makanan yang kurang disiplin karena kesibukan orang tua. Obesitas merupakan kondisi yang ditandai dengan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Berat badan berlebih ini bisa jadi akar dari banyak masalah kesehatan serius ketika tak ditangani dengan cepat dan efektif.

Ciri-ciri anak obesitas tercantum dalam situs resmi p2ptm.kemkes.go.id. Pada laman Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular tersebut, dicantumkan ciri-ciri anak obesitas yakni wajah bulat, pipi tembem, dan bahu rangkap. Kemudian, leher relatif pendek, perut buncit, kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel atau bergesekan.

Pada anak laki-laki, bagian dada membusung dan panyudara sedikit membesar. Penis terlihat mengecil karena tertutup oleh timbunan lemak sedangkan pada anak perempuan pubertas datang lebih dini, di usia kurang lebih 9 tahun anak perempuan dengan berat badan berlebih akan mengalami menstruasi.

Untuk mencegah terjadinya obesitas ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara-cara ini sederhana, tetapi wajib dilakukan secara konsisten dan disiplin. Dilansir dari Suara.com, cara pertama yakni pastikan gaya hidup sehat menjadi kebiasaan di dalam keluarga. Kemudian, secara rutin periksanakan anak ke dokter untuk menghitung IMT sehingga dapat dideteksi secara dini jika anak memiliki resiko obesitas.

Selanjutnya pastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Keempat, batasi waktu menonton televisi atau bermain game agar anak tidak terlalu lama terpaku dalam posisi fisik yang pasif. Hindari juga membeli dan menyimpan camilan dengan kandungan natrium, gula, atau kalori tinggi di rumah. Selanjutnya mulai menghargai nafsu makan dan porsi makan anak dengan tidak memaksanya menghabiskan seluruh makanan yang disajikan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here