Bogordaily.net–Penis bengkok sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar. Kondisi ini tak perlu dianggap serius, sebab secara medis bukan merupakan kondisi yang membahayakan. Namun ketika hal tersebut terasa mengganggu, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Berikut ini penyebab kondisi penis bengkok ini, gejala dan cara mengobati penis bengkok agar kembali ke kondisi normal sebagaimana dirangkum dari Suara.com.
Ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya penis bengkok. Tentu, hal ini akan paling tampak ketika seorang pria terangsang secara seksual dan mengalami ereksi. Di sana kondisi ini akan tampak jelas. Penyebabnya antara lain kelainan genetik atau kelainan yang terjadi pada jaringan fibrosa atau kolagen. Lalu adanya gangguan autoimun, pernah mengalami cedera pada penis, serta penyakit peyronie.
Gejalanya bisa dikenali misalnya saat kondisi ini disebabkan oleh cedera, maka gejalanya adalah munculnya darah di lubang kemih atau uretra penis, memar tiba-tiba pada penis, suara retak tiba-tiba saat ereksi, hingga sakit yang sangat terasa.
Jika kondisi ini disebabkan oleh penyakit peyronie, maka gejala yang muncul adalah berkurangnya fleksibilitas penis, kondisi ereksi terasa menyakitkan, rasa nyeri saat berhubungan seksual, hubungan seksual yang sulit dilakukan, serta benjolan yang teraba pada bagian penis.
Ada beberapa cara yang mungkin bisa dicoba untuk mengatasi kondisi ini, tetapi dengan catatan harus pengawasan ketat dari dokter spesialis. Alangkah baiknya, jika perawatan yang diambil sesuai dengan rekomendasi dokter.
Beberapa cara yang bisa menjadi solusi di antaranya penggunaan perangkat vakum atau traksi, menggunakan resep obat tertentu, melakukan prosedur bedah untuk memotong plak dan meluruskan penis, melakukan prosedur bedah untuk menghapus area penis di seberang plak, atau menanamkan alat untuk meluruskan penis.***
