Tuesday, 3 February 2026
HomeKabupaten BogorKurangi Potensi Bencana Banjir di Puncak, Pemkab Bogor Tanam 20.000 Bibit Pohon...

Kurangi Potensi Bencana Banjir di Puncak, Pemkab Bogor Tanam 20.000 Bibit Pohon Ekaliptus

Bogordaily.net – Untuk mengurangi potensi atau resiko bencana alam banjir ke wilayah hilir, pemerintah Kabupaten Bogor bersama PT. Sumber Sari Bumi Pakuan dan masyarakat pegiat lingkungan hidup menanam 20.000 bibit pohon jenis ekaliptus, tanaman vetiver dan kayu putih di Telaga Saat, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Selasa 15 Maret 2022.

Camat Cisarua Ivan Pramudia menjelaskan bahwa, kegiatan menanam pohon sebanyak 20.000 khususnya di wilayah Puncak bisa meminimalisir potensi bencana alam banjir dan tentunya serapan air akan membaik.

“Hari ini, Pemkab Bogor bersama PT. Sumber Sari Bumi Pakuan dan masyarakat pegiat lingkungan hidup menanam 20 ribu bibit pohon di lahan-lahan kritis di 9 desa dan 1 kelurahan, di Kecamatan Cisarua Puncak, Kabupaten Bogor,” ungkapnya, Selasa 15 Maret 2022.

Lanjutnya ia mengatakan, penyerahan puluhan ribu bibit tanaman yang dikemas dalam giat penanaman pohon produktif dan pengendalian sampah dengan tema ‘Puncak Nu Urang’ oleh Desa Tugu Utara itupun menjadi bagian dari upaya perbaikan tata lahan yang terdegradasi akibat hilangnya fungsi tutupan resapan air di kawasan itu.

“Semoga dengan giat yang hari ini kami lalukan, serapan air di Kawasan Puncak akan membaik hingga bisa mengurangi potensi bencana alam banjir DKI Jakarta,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun mengatakan, kegiatan ini dinamakan kolaborasi penta-helix atau multipihak dimana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen dalam proses kegiatan penanaman pohon.

“Kebetulan didalamnya ada pelaku usaha yang supporting yaitu PT SSBP dari mulai proses awal sampai dengan puncak acara supportingnya sangat luar biasa,” ujar Asep Ma’mun.*

(Muhammad Irfan Ramadan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here