Bogordaily.net– Seorang wanita yang menjadi korban pembakaran oknum polisi meninggal dunia setelah sempat kritis. Korban Nengsih Marlina (25) yang diduga dibakar oknum polisi mengembuskan napas terakhirnya di RSUD HM Rabain, Muara Enim, Sumatra Selatan, Sabtu, 26, Maret 2022 pukul 14.37 WIB.
Ketua RT tempat tinggal korban di Kelurahan Tungkal, Muaraenim, Salidin mengatakan, jenazah dimakamkan di PAL 100 perbatasan Lahat Muaraenim.
Sebelum meninggal, kata dia, korban sempat kritis sejak tiga hari lalu. Bahkan keluarga sempat mencari pendonor, tetapi karena kondisinya sudah kritis dan belum sempat mendapatkan tambahan darah, korban akhirnya dinyatakan meninggal.
“Menurut keterangan pihak keluarga, mereka sudah ikhlas atas meninggalnya korban,” kata Salidin dilansir dari Sumselupdate.com.
Ramai diberitakan, peristiwa pembakaran terhadap korban dilakukan seorang oknum polisi Brigpol AND pada Kamis 10 Maret 2022 sekitar pukul 22.30 WIB lalu.
Mulanya, pelaku yang sudah memilki istri dan sedang hamil tua serta dua anak, tak terima korban memutuskan hubungan asmaranya. Pelaku pun berusaha menemui korban, tetapi selalu menghindar.
Akhirnya korban menumpang di rumah temannya di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Muaraenim. Meski telah menghindar, keberadaan korban diketahui oleh pelaku yang menyusulinya.
Setibanya, di rumah kontrakan temannya pelaku pun mematikan meteran listrik hingga akhirnya korban keluar rumah. Saat itulah pelaku menyiramkan bensin ke korban dan menyalakan korek api hingga keduanya terbakar.
Peristiwa tersebut mengakibatkan korban dirawat insentif di rumah sakit. Begitu pula dengan pelaku yang mengalami luka bakar.
Polisi pun akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku. Jika terbukti bersalah, AND bakal dipecat dari institusi Polri.
“Risiko terberatnya adalah PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) terhadap yang bersangkutan,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Polda Sumsel dikutip dari Detik.com.
Supriadi mengatakan motif pembakaran adalah AND cemburu karena diputuskan oleh korban. Hubungan tersebut diakhiri korban lantaran baru mengetahui pelaku telah memiliki istri.
Di sisi lain peristiwa yang dialami korban sempat menyedot perhatian warganet. Media sosial ramai membahas kematian korban lantaran ulah pacarnya yang merupakan oknum polisi itu.***
