Tuesday, 3 February 2026
HomeKabupaten BogorTingkatkan RLS, Pemkab Bogor Buat Program Baru Bernama Mawar Sagu

Tingkatkan RLS, Pemkab Bogor Buat Program Baru Bernama Mawar Sagu

Bogordaily.net –  Untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuat program baru yang diberi nama Mawar Sagu yang artinya Lima Warga Satu Guru.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, saat ini RLS di Kabupaten Bogor berada pada 8,31 tahun atau setara dengan kelas 2 SMP. Dengan adanya program Mawar Sagu diharapkan dapat meningkatkan akselerasi RLS.

“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, RLS Kabupaten Bogor ditargetkan 8,61 tahun. Jadi kami luncurkan program Mawar Sagu ini untuk mengakselesari capaian RLS kita agar mencapai target pada tahun 2023,” kata Ade Yasin, Rabu 20 April 2022.

Ade Yasin menambahkan, program Mawar Sagu dapat dijalankan oleh para tenaga pendidik di Kabupaten Bogor, dengan menjaring tetangga atau kerabat mereka yang belum mengenyam pendidikan hingga SMP.

“Jadi satu guru itu mengajar lima orang, lalu kemudian diarahkan untuk mengikuti kejar paket kesetaraan. Diharapkan ini bisa mengakselerasi capaian RLS kita. Selain itu, Pemkab Bogor juga melibatkan kepala desa untuk mengakselarasi wajib belajar sembilan tahun, demi meningkatkan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Camat dan kades harus berperan aktif dalam upaya meningkatkan RLS. Jadi ke depannya, RLS akan diturunkan ke level kecamatan dan desa,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu juga menegaskan, saat ini angka RLS di Kabupaten Bogor hanya 8,31 tahun atau setara kelas 8 SMP atau berada di bawah angka RLS nasional yakni 8,54 tahun.

Cara lainnya untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah yaitu, mendorong dunia usaha dan industri agar ikut serta meningkatkan tarap pendidikan karyawannya secara berjenjang.

“Kalau perlu bentuk tim atau satgas tingkat desa serta mengoptimalkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di wilayah. Optimalkan peran lembaga pendidikan, organisasi profesi pendidik dan dunia usaha. Juga memaksimalkan ormas dan majelis ta’lim untuk mendorong anggotanya melanjutkan pendidikan (paket a, b dan c),” pungkasnya.*

(Irfan Ramadan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here