Bogordaily.net – Korban tewas akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali bertambah. Jumlah orang yang meninggal dunia menjadi 153 orang.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan dalam insiden tersebut 127 orang dinyatakan meninggal dunia dan 180 lainnya luka-luka dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.
Nico Afinta mengatakan sebanyak 34 orang dilaporkan tewas di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.
Update jumlah korban pasca laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan itu diketahui dari akun Instagram resmi Komunitas Peduli Malang @aslimalang.official pada Minggu, 2 Oktober 2022.
Berdasarkan informasi dari Komunitas Peduli Malang pada Minggu, 2 Oktober 2022 pagi, angka korban tewas akibat kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu awalnya bertambah menjadi 137 orang.
Setelah itu, jumlah suporter yang menjadi korban terus diperbaharui hingga menyentuh angka 149 orang.
Terakhir, Komunitas Peduli Malang kembali melaporkan tambahan jumlah orang yang meninggal dunia menjadi 153 orang.
Mereka juga menuturkan situasi di stadion setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya tersebut berakhir.
“Stadion dalam kondisi padat berdesakan, sedangkan stadion Kanjuruhan itu ada tribun berdiri,” ucap Komunitas Peduli Malang.
“Jadi karena ada tembakan gas air mata yang mengarah ke penonton membuat penonton berhamburan keluar dan berdesak-desakan hingga terjatuh dan terinjak yang membuat banyak korban berjatuhan,” tuturnya menambahkan.
“Kalau dihajar gas air mata di tribun, apalagi penuh orang, ya selesai,” tambah Komunitas Peduli Malang.
Tembakan gas air mata itu telah membuat banyak suporter sulit bernafas hingga pingsan. Alhasil, hal ini menimbulkan kepanikan di area stadion. Mereka saling berdesakan berusaha keluar dari area yang telah dipenuhi gas air mata.
Akibat insiden berdarah ini, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. PT LIB menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban.
Bogordaily.net – Korban tewas akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali bertambah. Jumlah orang yang meninggal dunia menjadi 153 orang.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan dalam insiden tersebut 127 orang dinyatakan meninggal dunia dan 180 lainnya luka-luka dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.
Nico Afinta mengatakan sebanyak 34 orang dilaporkan tewas di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.
Update jumlah korban pasca laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan itu diketahui dari akun Instagram resmi Komunitas Peduli Malang @aslimalang.official pada Minggu, 2 Oktober 2022.
Berdasarkan informasi dari Komunitas Peduli Malang pada Minggu, 2 Oktober 2022 pagi, angka korban tewas akibat kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu awalnya bertambah menjadi 137 orang.
Setelah itu, jumlah suporter yang menjadi korban terus diperbaharui hingga menyentuh angka 149 orang.
Terakhir, Komunitas Peduli Malang kembali melaporkan tambahan jumlah orang yang meninggal dunia menjadi 153 orang.
Mereka juga menuturkan situasi di stadion setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya tersebut berakhir.
“Stadion dalam kondisi padat berdesakan, sedangkan stadion Kanjuruhan itu ada tribun berdiri,” ucap Komunitas Peduli Malang.
“Jadi karena ada tembakan gas air mata yang mengarah ke penonton membuat penonton berhamburan keluar dan berdesak-desakan hingga terjatuh dan terinjak yang membuat banyak korban berjatuhan,” tuturnya menambahkan.
“Kalau dihajar gas air mata di tribun, apalagi penuh orang, ya selesai,” tambah Komunitas Peduli Malang.
Tembakan gas air mata itu telah membuat banyak suporter sulit bernafas hingga pingsan. Alhasil, hal ini menimbulkan kepanikan di area stadion. Mereka saling berdesakan berusaha keluar dari area yang telah dipenuhi gas air mata.
Akibat insiden berdarah ini, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. PT LIB menyampaikan duka cita mendalam terhadap para korban.(*)