Bogordaily.net – Komisi III DPRD Kota Bogor mengadakan rapat kerja dengan Jasa, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas PUPR Kota Bogor terkait pembangunan Jembatan Otista, pada tanggal 18 April 2023.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin dan dihadiri oleh Wakil Ketua dan anggota Komisi III DPRD Kota Bogor.
Baca Juga: Mundur Dari Demokrat, Asep Wahyuwijaya Pindah Ke NasDem
Pemenang Tender Pembangunan Jembatan Otista Dipastikan Aman
Salah satu topik yang dibahas adalah adanya informasi bahwa pemenang tender proyek bermasalah.
Namun, setelah memastikan dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kota Bogor, Ketua Komisi III Zenal Abidin menyatakan bahwa pemenang tender tersebut aman dan tidak bermasalah.
“Berdasarkan laporan dari bagian Barang dan Jasa ke kita, mereka memastikan bahwa pemenang tender ini sudah aman dan tidak bermasalah,” jelas Zenal.
Rencana Rekayasa Lalu Lintas Jalan OtistaÂ
Komisi III DPRD Kota Bogor juga membahas rencana rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan Dishub Kota Bogor selama 7,5 bulan ke depan.
Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo, mengungkapkan bahwa Jalan Padjajaran akan dibuat menjadi dua arah.
Selain itu juga membutuhkan setidaknya 600 unit water barrier dan beberapa traffic light.
Kebutuhan tersebut seharusnya disiapkan oleh pihak ketiga. Namun hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah akan terpenuhi.
“Jadi jalur SSA akan dibuat menjadi dua arah lagi mengarah ke warung jambu,” jelas Eko.
Solusi untuk Para PedagangÂ
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto, meminta Dishub Kota Bogor untuk segera berkoordinasi.
Perumda PPJ dan Dinas Perdagangan harus mencari solusi atas dampak penutupan jalur Otista terhadap para pedagang.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ingin ada pihak yang dirugikan dari pengerjaan proyek ini.
“Jadi jangan sampai nanti sudah mulai kerja, mereka (pedagang, red) masih disitu. Kalau mau direlokasi carikan tempatnya, lakukan kordinasi. Karena kami tidak ingin dari pengerjaan proyek ini ada pihak yang dirugikan,” tegas Iwan.
Tidak Berdampak pada Sekolah selama pembangunan Jembatan OtistaÂ
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina, memastikan bahwa dalam pengerjaan proyek senilai Rp 52,6 miliar ini tidak akan berdampak pada sekolah yang ada di sekitar proyek.
Rena menjelaskan bahwa sekolah dan warga masih bisa berlalu-lalang di trotoar.
Penutupan yang dilakukan oleh pihak kontraktor hanya di badan jalan dengan jarak 150 meter dari bibir jembatan.
Sedangkan, untuk ke arah Tugu Kujang dan 30 sampai 50 meter ke arah Surya Kencana.
“Untuk loading barang kita lakukan di malam hari. Jadi kami pastikan betul keselamatan kerjanya,” tegas Rena.
Setelah rapat kerja ini, Komisi III DPRD Kota Bogor akan melakukan rapat lanjutan dan memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.
Pembangunan Jembatan Otista diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya.***

