Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor lakukan langkah antisipasi menghadapi potensi rawan bencana alam di 24 kecamatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor
Agus Suyatna mengungkapkan bahwa, saat ini prediksi cuaca menunjukkan tingginya intensitas hujan yang biasa terjadi di akhir tahun hingga awal tahun.
Oleh karena itu, BPBD bersama jajaran siap siaga menghadapi ancaman bencana demi mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkada.
“Kami memang sudah memprediksi, biasanya di akhir-akhir tahun dan awal tahun selalu dibarengi dengan curah hujan tinggi. Dan pada 27 November, akan ada pilkada langsung. Kesiapan ini bukan hanya terkait Pilkada, namun kami selalu siaga untuk kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi,” kata Agus Suyatna kepada wartawan pada Senin 11 November 2024.
Menurutnya, BPBD Bogor telah mengerahkan personel baik internal maupun eksternal, termasuk dari TNI, Polri, dan relawan pentahelix.
Tak hanya itu, surat edaran mengenai kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi telah dikeluarkan sebagai langkah pencegahan bencana akibat hujan deras.
Dari total 40 kecamatan, 24 di antaranya dikategorikan rawan bencana, terutama wilayah-wilayah seperti Cigudeg, Sukajaya, Pamijahan, Leuwiliang, Sukamakmur, Jonggol, dan wilayah selatan termasuk Ciawi, Megamendung, Cisarua, Cijeruk, Caringin, hingga Tamansari.
Bencana yang berpotensi terjadi meliputi longsor, banjir, hingga angin kencang, seperti yang baru-baru ini melanda Dramaga.
“Pokoknya sudah kita petakan titik-titik rawan di Bogor Barat, Timur, dan Selatan, dengan petugas kita yang siap di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, di wilayah Bogor Tengah seperti Cibinong dinilai relatif aman dari ancaman bencana yang mengganggu Pilkada.
“Kecuali di Barat seperti Leuwiliang, Pamijahan, Cigudeg, Sukajaya, itu sudah kita petakan dan tempatkan petugas di lokasi rawan, sehingga apabila nanti saat Pilkada terjadi bencana, petugas sudah siap,” ujar Agus.
Selain itu kata dia, BPBD Kabupaten Bogor telah mempersiapkan 113 Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap standby. Bila bencana yang terjadi masih dalam skala kecil, penanganan akan dilakukan BPBD bersama Damkar.
Namun, jika intensitas bencana meningkat, BPBD akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder termasuk Dinsos, Damkar, dan TNI-Polri.
“Kalo skalanya masih rendah kita cukup tangani di BPBD dengan damkar. Tapi kalo skalanya naik, kita secara sistem kita sudah menjalankan protap (Prosedur Tetap) nya,” ungkapnya. (Albin Pandita)