Monday, 31 March 2025
HomeHiburanAlasan Iklan dan Poster Film Bisa Berperan Sebagai Komunikasi Marketing

Alasan Iklan dan Poster Film Bisa Berperan Sebagai Komunikasi Marketing

Bogordaily.net – Dunia perfilman di Indonesia sudah berkembang sangat pesat dari berbagai genre. Mulai dari horror, komedi, aksi dan masih banyak lagi. Kesuksesan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh kualitas cerita dan sinematografinya, tetapi juga pada strategi pemasaran yang efektif. Ada beberapa elemen penting dalam pemasaran film, salah satunya adalah iklan dan poster film.
Iklan dan poster film bukan sekadar materi promosi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun antisipasi, menciptakan citra film, serta mempengaruhi keputusan penonton.
Dengan desain visual yang menarik, slogan yang menggugah, dan informasi yang relevan, iklan dan poster dapat membentuk persepsi publik terhadap sebuah film bahkan sebelum dirilis.
“Gambar memberi kabar lebih cepat ketimbang kata-kata. Audiens bisa langsung mencerna gambar yang ada pada content iklan tanpa harus mencerna komunikasi secara tertulis kata demi kata, baris demi baris”. (Sandra Moriarty 2014.)
Artikel ini akan membahas bagaimana iklan dan poster film berfungsi sebagai alat komunikasi marketing yang efektif, serta mengapa keduanya menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi promosi dalam industri hiburan.
Peran Iklan dan Poster dalam Membangun Branding dan Antisipasi Film
Iklan dan poster film bukan sekedar materi promosi dalam sebuah film, tetapi juga sebagai pembangun branding dan menciptakan ekspektasi penonton sebelum film tersebut dirilis.
Ada berbagai aspek penting dalam iklan dan poster yang berguna dalam proses tersebut. Dalam menciptakan identitas visual pada film, biasanya pemilihan warna, font dan tata letak visual menjadi gambaran dan mencerminkan bagaimana genre film tersebut.
“Melalui upaya visual dalam periklanan maka beberapa elemen dipakai demi memenangkan hati para audiens… yang akan menggunakan produk yang diiklankan tersebut”. (Tengku Walisyah, 2019).
Misalnya film bergenre horror akan menggunakan font yang berbeda dengan genre drama maupun aksi. Warna gelap dan nuansa seram pada poster menunjukkan film thriller atau horror, sementara warna cerah dan ilustrasi biasanya digunakan dalam film keluarga maupun animasi.
Poster juga sering menggambarkan karakter utama sebagai ikon dan elemen visual khas yang bisa menggambarkan film tersebut. Misalnya logo A di film Avengers atau logo Autobot dalam film Transformers.
Tipografi dalam film juga berperang penting dalam menentukan branding dan genre sebuah film. Misalnya dalam film “Harry Potter” akan menggunakan font mereka yang ikonik sehingga jika melihat font tersebut, audiens pasti sudah tau bahwa film tersebut merupakan film Harry Potter
Contoh – contoh film yang sukses dalam membangun hype melalui iklan dan poster, yaitu yang pertama adalah film “Avengers : Endgame (2019)” menggunakan metode perilisan poster secara bertahap yang mengungkapkan karakter secara perlahan. Poster ini berhasil membangun hype dan rasa penasaran di kalangan penggemar marvel.
Iklan trailer dari film ini juga sukses membangun hype, karena di dalam trailernya tidak banyak mengungkapkan alur cerita film dan juga tidak membocorkan karakter – karakter yang akan tampil di dalam film tersebut.
Contoh poster film lainnya yang sukses membuat orang – orang membicarakan filmnya adalah salah satu film horror di Indonesia, yaitu “Pabrik Gula”.
Poster yang nyeleneh dan fulgar membuat netizen membicarakannya. Ada yang bilang posternya kurang beretika, terlalu fulgar, dan lain – lain.
Pendapat – pendapat yang dilontarkan seperti itu membuat orang – orang makin penasaran bagaimana film tersebut akan berjalan.
Strategi Marketing dalam Iklan dan Poster Film
Iklan dan poster film bukan hanya sekadar alat promosi, tetapi juga bagian dari strategi pemasaran yang dirancang dengan cermat untuk menarik perhatian target audiens.
Penggunaan teaser, trailer, dan poster digunakan secara bertahap untuk membangun antisipasi.
Teaser trailer juga berperan penting sebagai marketing film, biasanya memperlihatkan sedikit cuplikan adegan tanpa mengungkapkan bagaimana detail film tersebut.
Poster awal yang dirilis jauh sebelum film tayang berguna untuk menarik rasa penasaran, biasanya hanya menampilkan elemen ikonik dari film, seperti logo atau siluet karakter utama.
Yang terakhir adalah final trailer, yaitu trailer yang lebih panjang dan lebih banyak mengungkap cerita, biasanya dirilis mendekati tanggal penayangan film untuk semakin menarik minat penonton.
Peran media sosial juga sangat berpengaruh dalam pemasaran sebuah film. Studio film kini banyak berinvestasi dalam iklan digital di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, karena lebih efektif menjangkau audiens yang lebih luas dan spesifik.
Beberapa film modern juga menggunakan poster bergerak (motion posters) yang lebih menarik dibandingkan poster statis.
Contoh suksesnya adalah Spider-Man: No Way Home, yang menggunakan motion posters di media sosial untuk membangun hype dari fans dan penonton. Pemasaran film juga melibatkan partisipasi audiens dengan membuat tantangan atau tren di media sosial.
Misalnya, kampanye #ReleaseTheSnyderCut yang berhasil membuat Warner Bros merilis ulang Zack Snyder’s Justice League berdasarkan permintaan penggemar.
Studio film juga sering bekerja sama dengan content creator di YouTube atau TikTok untuk mempromosikan film mereka, misalnya dengan memberikan akses eksklusif ke pemutaran awal atau merchandise spesial.
Iklan dan poster film memiliki peran penting dalam komunikasi marketing karena mampu membangun branding, menciptakan antisipasi, serta mempengaruhi keputusan penonton.
Melalui elemen visual yang kuat, tagline yang berkesan, dan strategi pemasaran yang tepat, iklan dan poster tidak hanya menjadi alat promosi, tetapi juga bagian dari pengalaman sinematik yang menarik audiens bahkan sebelum film dirilis.
Strategi pemasaran yang efektif, seperti penggunaan teaser, trailer, dan poster bertahap, serta adaptasi berdasarkan target pasar, menunjukkan bahwa promosi film bukan sekadar menampilkan informasi, tetapi juga membangun emosi dan ekspektasi di kalangan penonton.
Ditambah dengan pemanfaatan media sosial dan digital marketing, jangkauan promosi film semakin luas dan interaktif, memungkinkan keterlibatan audiens dalam membangun hype.
Dengan demikian, iklan dan poster bukan hanya materi promosi biasa, tetapi juga alat komunikasi marketing yang mampu menghubungkan film dengan calon penontonnya, menciptakan daya tarik yang kuat, dan berkontribusi pada kesuksesan sebuah film di industri hiburan.***
Abang Muhammad Rafie Dzulfiqar,
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here