Friday, 4 April 2025
HomeBeritaEfek Media Sosial Terhadap Komunikasi: Manfaat dan Bahayanya

Efek Media Sosial Terhadap Komunikasi: Manfaat dan Bahayanya

Bogordaily.net – Media Sosial adalah sesuatu hal yang tak asing lagi bagi semua kalangan. Media Sosial sudah pasti digunakan oleh semua kalangan. Media sosial memiliki arti Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai kumpulan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan dan berbagi konten.

Tentunya, di zaman modern seperti sekarang ini media sosial sudah sangat berkembang pesat. databoks.katadata.co.id menunjukkan bahwa total penggunaan media sosial tahun 2024 sebanyak 197, dengan pengguna aktif sebesar 167 juta pengguna.

Dari jumlah total penduduk Indonesia 2024 sebesar 282 juta jiwa, hal ini menunjukkan pengguna media sosial di Indonesia melebihi 50% jumlah total penduduknya. terlebih untuk berkomunikasi satu sama lain, media sosial sangat sering digunakan.

Komunikasi menggunakan media sosial sudah ada sejak tahun 1990-an, tepatnya pada tahun 1997. Situs web Degrees mulai muncul sebagai media sosial pertama yang bisa memudahkan pengguna untuk membuat profil dan berteman, namun penggunaannya masih terbatas karena akses internet belum tersebar luas.

Lalu pada tahun 2000-an media sosial mulai berkembang seperti munculnya Linkedin hingga lahirnya Facebook pada tahun 2004. Lalu, pada tahun 2010-an media sosial mulai berkembang pesat seperti munculnya Twitter, Instagram, hingga snapchat dan sudah meluas ke perangkat mobile karena aksesnya yang semakin mudah.

Kemudian, media sosial terus berkembang dengan munculnya banyak aplikasi seperti TikTok hingga saat ini. Perkembangan tersebut tenatunya sangat berpengaruh terhadap komunikasi karena akses dari media sosial yang sudah sangat mudah digunakan hingga saat ini.

Manfaat Media Sosial
Perkembangan media sosial yang begitu pesat tersebut tentunya memberikan manfaat bagi kita. Menurut Puntoadi (2011), media sosial menawarkan beberapa manfaat, termasuk dalam personal branding, pemasaran, interaksi dalam konten, dan penyebaran informasi.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube, bisa menjadi tempat bagi individu untuk berkomunikasi, berdiskusi, dll. Dalam pemasaran, media sosial sangat efektif karena masyarakat lebih banyak menggunakan smartphone jika dibandingkan TV.

Hal ini memberikan peluang bagi pemasar untuk berinteraksi lebih dekat dengan konsumen secara individual dan personal, sehingga membangun keterikatan yang lebih dalam].

Selain itu, informasi di media sosial sangat cepat sekali tersebar karena karakter pengguna yang suka berbagi informasi satu sama lain. Media sosial memungkinkan komunikasi dua arah seperti pertukaran informasi, kolaborasi, dan interaksi dalam berbagai bentuk.

Jika melihat sisi positif dari media sosial jika digunakan untuk berkomunikasi dari beberapa manfaat tersebut, tentunya media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap cara berkomunikasi.

Dulu, komunikasi yang kita lakukan terbatas misalnya pada surat, telepon, atau E-mail. Namun, dengan adanya media sosial memudahkan kita untuk berkomunikasi satu sama lain di dunia secara instan. Pesan yang dapat dikirimkan langsung, serta berbagai

Fitur media sosial seperti telepon atau telepon menggunakan video sangat berguna untuk tetap terhubung dengan teman, keluarga, serta rekan bekerja. Lebih lagi, semua fitur tersebut bisa diakses dengan internet dengan biaya yang relatif murah.

Bahkan, informasi yang sedang tren bisa menjadi akses komunikasi bagi para penggunanya. Misalnya aplikasi X, Tiktok, Instagram, dan aplikasi lainnya. Dalam aplikasi media sosial tersebut kitab isa berkomunikasi seperti membalas konten yang dibuat orang, atau saling berbalas pesan dalam kolom komentar. Dari saling berbalas pesan tersebut, tentunya kita juga bisa menambah relasi dengan orang-orang, bahkan bisa memperluas jaringan pertemanan.

Efek Negatif Media Sosial
Data laporan Digital 2024: Indonesia yang dirilis oleh “we are social” menunjukkan orang indoensia orang indoensia menghabiskan waktu untuk hingga 7 jam 38 menit per harinya untuk menggunakan internet.

Dari data tersebut media sosial merupakan yang paling sering dibuka setiap harinya dengan rata-rata 3 jam 11 menit.

Durasi rat-rata membuka media sosial yang dilakukan orang indoenesia ini bahkan lebih tinggi dari durasi rata-rata global menggunakan media sosial, yaitu 2 jam 31 menit.

Dari data tersebut, bisa dikatakan rentan bagi para pengguna media sosial di Indonesia ini mengalami yang namanya Kecanduan.

Kecanduan akan media sosial sangat berbahaya bagi para penggunanya. Orang yang sudah kecanduan media sosial cenderung akan mengurangi interaksi tatap muka.

Jika kecanduan terus berlanjut, lama kelamaan orang tersebut akan menjadi introvert. Pengguna media sosial yang kecanduan tersebut hanya suka berkomunikasi melalui aplikasi saja, dan bingung bagaimana menanggapi percakapan jika berkomunikasi tatap muka.

Banyaknya pembaruan konten media sosial yang terus menerus dan tidak ada habisnya bisa mengganggu konsentrasi Akhirnya, pengguna pun menjadi tidak produktif dalam kesehariannya, sehingga terkena berbagai penyakit bahkan merusak kesehatan mental.

Bukan hanya sekedar kecanduan, berkomunikasi dalam media sosial juga dapat menyebabkan bullying, dan komentar pedas. Hal tersebut biasanya ditemukan dalam kolom komentar dalam sebuah konten.

Pengguna yang membuat konten seringkali mendapat komentar pedas mulai dari tentang fisik, bahkan hingga keluarganya ikut terkena imbasnya. Padahal, konten -konten yang dibuat tidak ada unsur menghina sama sekali.

Komentar pedas tersebut akhirnya menjadi sebuah bullying karena dilakukan terus menerus. Di tahun 2022 saja, Unicef mengungkapkan 45% anak dari 2.777 orang menjadi korban cyberbullying.

Bullying tersebut lama-lama juga akan memberikan pengaruh negatif bagi yang terkena imbasnya, mulai dari rasa percaya diri yang menurun, hingga bunuh diri.

Bijak Menggunakan Sosial Media
Oleh karena itu, pennting untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Janga nasal membagikan konten yang tidak diketahui sumbernya, agar misinformasi dalam berkomunikasi tidak terjadi.

Selain itu, etika juga penting dalam berkomunikasi di media sosial. Biasakan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan dalam berkomentar atau saling berbalas pesan di media sosial.

Hindari kata-kata yang berbau SARA, kasar, rasis, dan kata-kata tidak mengenakkan lainnya agar bisa saling berkomunikasi dengan baik, juga gar menghindari efek negative dari media sosial tersebut.***

Matius Salomo Nababan
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here