Bogordaily.net – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor meminta masyarakat untuk mengkonsumsi beras lokal untuk mengantisipasi maraknya kasus beras oplosan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor Teuku Mulya menjelaskan bahwa, ajakan mengkonsumsi beras lokal itu disalurkan melalui gerakan pangan murah.
“Udah pasti, karena kan kita utamakan beras lokal dulu. Beras lokal dulu melalui gerakan pangan kita, kan mengajak masyarakat untuk mengonsumsi beras lokal,” kata Teuku Mulya, Selasa 22 Juli 2025.
Menurut Teuku, beras lokal Kabupaten Bogor secara keseluruhan hanya dapat memfasilitasi 50 persen dari jumlah masyarakat sekitar 5,6 juta jiwa.
Kemudian, 50 persen lainnya lagi difasilitasi pasokan beras yang berasal dari luar atau bukan beras lokal.
“Jadi gini, untuk lokal itu harus kita galakan beras lokal kita. Walaupun beras lokal kita secara keseluruhan hanya bisa memfasilitasi seluruh kab bgr itu 50 persen konsumsinya. Sebagian lagi tentunya kita pasok dari luar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Teuku menyebut, beras lokal itu harus menjadi primadona di tempat asalnya. Baginya, masyarakat Kabupaten Bogor yang membeli beras lokal, juga membantu pertumbuhan ekonomi.
“Tujuannya adalah untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Jadi kalau bicara beras lokal tentu kita akan mengutamakan beras lokal,” ungkap Teuku.
(Albin Pandita)