Monday, 1 December 2025
HomeNasionalUpdate Bencana Banjir Bandang di Sumatera, 303 Tewas, 279 Hilang. Pemerintah Kerahkan...

Update Bencana Banjir Bandang di Sumatera, 303 Tewas, 279 Hilang. Pemerintah Kerahkan Hercules

Bogordaily.net – Bencana banjir bandang lagi-lagi membuka luka besar di Sumatera. Bencana banjir bandang yang datang tanpa banyak tanda itu menyapu desa, jalan, dan harapan.

Bencana banjir bandang yang kini menyisakan angka-angka yang dingin—303 meninggal, 279 masih hilang—angka yang sulit diterima akal manusia mana pun.

BNPB merilis data resmi itu pada Sabtu (29/11) pukul 17.49 WIB. Angka yang bukan hanya statistik, melainkan cerita tentang rumah yang hanyut, keluarga yang hilang, dan isak yang belum berhenti.

Di Aceh, 51 orang masih hilang. Sumatera Utara lebih berat lagi: 143 orang belum ditemukan. Sumatera Barat pun berduka dengan 85 orang hilang dalam sapuan arus yang beringas.

Korban meninggal dunia menyebar di tiga provinsi. Aceh melaporkan 47 korban jiwa, delapan luka.

Mayoritas dari Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara—daerah-daerah yang seolah selalu paling dulu mendengar gelegar bencana.

Sumatera Utara mencatat 166 korban meninggal. Daerah dengan dampak terparah berada di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga. Mereka yang tinggal di lembah dan bantaran sungai seperti tidak diberi kesempatan untuk berlari.

Sumatera Barat mencatat 90 korban meninggal dan 10 luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah yang paling berat merasakan hantaman.

Secara keseluruhan, 354 kecamatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar terdampak. Angka yang menunjukkan betapa luasnya tangan bencana kali ini menyapu Sumatera.

Ada 166 kecamatan terdampak di Aceh, 99 di Sumut, dan 89 di Sumbar. Peta yang sehari-hari tenang kini berubah menjadi mosaik merah pertanda krisis.

Presiden Prabowo Subianto turun tangan. Sejak hari pertama, ia menginstruksikan jajaran agar bergerak cepat: evakuasi, penanganan darurat, hingga distribusi bantuan.

Instruksi itu kemudian berubah menjadi langkah nyata: tiga pesawat Hercules C130 dan satu A400 diterbangkan membawa bantuan ke daerah-daerah yang terputus jalur daratnya.

“Kita sudah mengirim bantuan melalui jalur darat dan udara. Pemerintah terus mendukung kebutuhan di lapangan,” tulis Prabowo dalam unggahannya.

Tetapi bagi para penyintas, yang kini tinggal di tenda-tenda, bantuan bukan hanya soal logistik.

Mereka menunggu jawaban: kapan hujan berhenti, kapan tanah kembali stabil, kapan keluarga mereka ditemukan, atau minimal—ditemukan jejaknya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here