Bogordaily.net – Pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dihentikan. Dari total korban dalam peristiwa tersebut, satu anak pelatih Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dinyatakan belum berhasil ditemukan hingga operasi pencarian berakhir.
Penutupan operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan setelah melalui berbagai upaya intensif sejak kejadian berlangsung.
Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pencarian telah dihentikan pada siang hari.
“Sekitar jam 12.00 Wita kami sudah kembali dari proses pencarian,” kata Fathur.
Tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025.
Insiden tersebut melibatkan Martin Carreras Fernando bersama tiga orang anaknya yang berada di dalam kapal saat kejadian.
Dari empat korban dalam satu keluarga tersebut, tiga jenazah telah berhasil ditemukan oleh tim SAR.
Korban yang ditemukan adalah Fernando, seorang pelatih yang diketahui memiliki keterkaitan dengan Valencia CF, putrinya yang berusia 12 tahun, serta seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
Proses evakuasi jenazah dilakukan secara bertahap. Jasad putri Fernando ditemukan lebih awal, yakni pada 29 Desember 2025.
Sementara itu, jasad Fernando sendiri baru ditemukan pada 4 Januari 2026. Kedua jenazah tersebut ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Rinca dan Pulau Serai, yang masih berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo.
Hingga pencarian ditutup, satu anak Fernando lainnya belum ditemukan meski tim SAR telah melakukan penyisiran laut secara menyeluruh, termasuk dengan melibatkan unsur laut, udara, serta penyelaman di beberapa titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tenggelam.
Dengan ditutupnya operasi pencarian, nasib satu korban yang belum ditemukan dinyatakan hilang.
Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat luas, mengingat lokasi kejadian merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang kerap dilalui kapal wisata dan penyeberangan.***
