Bogordaily.net —Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI) menggelar Rapat Kerja (Raker) Semester II Tahun Ajaran 2025-2026 di Bogor, Jumat-Sabtu, 9-10 Januari 2026.
Raker tersebut dihadiri langsung oleh Director in Charge (DIC) Bosowa Education, sekaligus Ketua Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI), Asrul Hidayat; Sekretaris YBBI Dedeh Soeria Atmadja; Bendahara YBBI Hayat Hafid Surur; Direktur Finance Bosowa Bina Insani Adriyadi; Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Haposan Andy Citra; CAO Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC) Eko Arianto; Executive Principal SBBI Yudi Oktiadi Nugraha; Executive Principal SBAC Cucup Shohibul Maqomat; Principal KB-TK, SD, SMP dan SMA Bina Insani; Tim Research & Development (R & D) Bosowa Education ; dan Tim Supporting SBBI.
“Raker ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membuat perencanaan untuk melakukan perbaikan pelayanan Sekolah Bosowa Insani, memberikan gambaran Planning Sekolah Bosowa Bina Insani serta membangun Engagement SDM melalui Principal TK, SD , SMP dan SMA agar ada upaya untuk terus melakukan perbaikan,” kata CAO SBBI Haposan Andy Citra dalam laporannya.
Haposan Andy menambahkan, SBBI juga memperhatikan masukan dari para orang tua, masyarakat maupun internal SBBI untuk memberikan layanan terbaik kepada siswa maupun orang tua siswa.
“Teman-teman dari tiap unit, R & D maupun supporting harus selalu saling komunikasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haposan Andy juga mengungkapkan ada dua kegiatan besar yang akan dilaksanakan oleh SBBI pada tahun 2026, yakni: Homestay Luar Negeri (Australia) dan Homestay Dalam Negeri (Jogjakarta).
Director in Charge (DIC) Bosowa Education Asrul Hidayat saat memberikan pengarahan Raker mengingatkan pentingnya semua stakeholder SBBI, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa dan orang tua siswa. “Kompetitor kita berlari. Kita tidak bisa hanya diam saja,” kata Asrul Hidayat.
Secara khusus, Asrul Hidayat menegaskan pentingnya para guru SBBI untuk terus mengembangkan dirinya. “Para guru harus selalu mengembangkan diri. Kita tidak bisa mengajar hari ini dengan ilmu yang kita dapat saat kuliah dulu,” kata Asrul Hidayat.
Asrul juga mengapresiasi kegiatan PTLP (Parents Teacher Learning Program) yang sudah dilaksanakan di SBBI. Menurutnya, PTLP sangat baik untuk meningkatkan kualitas guru.
“PTLP merupakan program yang sangat baik. Ini merupakan kawah candradimuka bagi calon-calon guru SBBI. Karena itu PTLP harus terus kita kembangkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asrul Hidayat juga menyampaikan pentingnya SBBI menerapkan 8 prinsip utama manajemen mutu untuk meraih sukses hari ini dan di masa depan.
Delapan Prinsip Utama Manajemen Mutu itu adalah:
1. Pendekatan fokus pelanggan dalam pengembangan dan pengiriman produk (Layanan Unggul)
2. Kepemimpinan Mutu dan Keterlibatan dengan Karyawan
3. Pendekatan berbasis proses terhadap standar mutu (Fokus dan Disiplin dalam Eksekusi)
4. Peningkatan berkelanjutan (Berusaha untuk Unggul)
5. Pengambilan keputusan berbasis data dan fakta.
6. Optimalisasi Kapasitas – Mengembangkan dan Mempertahankan Karyawan
7. Pemenuhan dan Pemeliharaan Fasilitas
8. Manajemen hubungan yang kuat dengan pelanggan, pemasok, dan regulator
“Kalau ke-8 langkah tersebut dilaksanakan dengan sebaik mungkin oleh semua stakeholder di SBBI dan Bosowa Education pada umumnya, maka kita akan mudah mencapai target yang telah ditetapkan oleh Bosowa Education,’’ kata Asrul Hidayat.
Asrul juga menyebutkan target Bosowa Education ke depan untuk melakukan ekspansi. “Ke depan, kita ingin Bosowa Education hadir di berbagai kota,” ujar Asrul Hidayat.
Dalam kesempatan tersebut, principal KB-TK, SD, SMP dan SMA Bosowa Bina Insani menandatangani RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan).***
