Monday, 12 January 2026
HomeOpiniModel Evaluasi Kualitas Magang Link and Match pada Pendidikan Tinggi Vokasi Berbasis...

Model Evaluasi Kualitas Magang Link and Match pada Pendidikan Tinggi Vokasi Berbasis Sinergi Multi-Stakeholder, ISBIQ MODEL Studi pada Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Bogordaily.net – Program magang merupakan komponen kunci dalam pendidikan vokasi karena berperan langsung dalam membentuk kesiapan kerja lulusan.

Kualitas pengelolaannya menjadi faktor penentu keberhasilan mahasiswa dalam beradaptasi dengan dinamika dunia kerja.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi program magang berbasis link and match pada Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia melalui perspektif para pemangku kepentingan utama, dengan fokus pada kemampuan program dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.

Urgensi penelitian ini berangkat dari masih tingginya persoalan skills mismatch dalam pendidikan vokasi Indonesia. Meskipun kebijakan Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) telah diterapkan, belum tersedia model evaluasi komprehensif berbasis multi-stakeholder yang mampu menjembatani kesenjangan antara kebijakan ideal dan implementasi aktual.

Oleh karena itu, dibutuhkan suatu framework yang mengintegrasikan perspektif mahasiswa, akademisi, industri, asosiasi, dan pemerintah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei daring terhadap 260 alumni dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan akademisi Program Vokasi UI, mitra industri penerima magang, asosiasi industri, serta perwakilan pemerintah, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan NVIVO.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program magang berbasis link and match memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan teknis dan soft skills mahasiswa.

Namun, masih ditemukan kelemahan pada koordinasi, kesesuaian materi dengan kompetensi inti, serta efektivitas evaluasi. Temuan paling signifikan mengungkap bahwa dimensi Empathy merupakan faktor dominan yang memengaruhi kepuasan magang, sementara dimensi lain tidak menunjukkan pengaruh signifikan.

Kebaruan utama penelitian ini terletak pada pengembangan Model ISBIQ (Integrated Stakeholder-Based Internship Quality Model), yaitu model evaluasi kualitas magang yang mengintegrasikan teori Servqual, Stakeholder Theory, kebijakan link and match, serta temuan empiris yang grounded.

Model ini memetakan dimensi kualitas layanan ke dalam peran setiap pemangku kepentingan dan dirumuskan sebagai kualitas magang = f(sinergi stakeholder × implementasi Servqual × evaluasi berkelanjutan), serta dilengkapi roadmap implementasi 10 tahun sebagai blueprint peningkatan mutu bertahap untuk menekan skills mismatch dan mendorong daya saing global.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here