Bogordaily.net – Jalan Raya Cigudeg siang itu lumpuh total Senin 12 Januari 2026. Bukan karena kecelakaan. Bukan pula karena banjir. Ratusan warga menutupnya rapat-rapat. Tiga bulan lebih mereka kehilangan pekerjaan. Tambang ditutup. Perut ikut ditutup.
Di tengah situasi itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto datang langsung ke lokasi. Tanpa jarak. Tanpa perantara. Ia tiba saat massa masih memblokade jalan di depan Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Wajah-wajah lelah tampak jelas. Bukan wajah orang yang ingin ribut. Ini wajah orang yang bingung, kecewa, dan menuntut kepastian hidup. Mata pencaharian mereka hilang. Janji kompensasi tak kunjung datang.
AKBP Wikha langsung berbicara. Negosiasi dimulai. Tidak sebentar. Akses jalan yang tertutup total jelas mengganggu warga lain. Tapi membuka blokade tanpa kejelasan juga bukan pilihan bagi massa.
“Yang mereka minta hanya satu: kehadiran bupati dan wakil bupati,” ujar AKBP Wikha kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Negosiasi berlangsung alot. Emosi naik-turun. Namun Kapolres tak berhenti di situ. Ia mengambil ponselnya. Video call dilakukan. Di layar muncul wajah Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Itu momen krusial.
Di depan massa, AKBP Wikha memastikan langsung bahwa kepala daerah sedang bergerak menuju Cigudeg. Keyakinan itu yang akhirnya melunakkan suasana.
“Alhamdulillah, setelah masyarakat yakin pak bupati dan wakilnya datang, jalan bisa kita buka,” kata Wikha.
Blokade dibuka. Arus lalu lintas kembali mengalir. Ketegangan perlahan turun.
Ada satu adegan kecil yang menarik. Di sela pengamanan, Kapolres memborong dagangan UMKM di sekitar lokasi. Bakso. Nasi Padang. Fried chicken. Telur asin. Semuanya habis. Warga dipersilakan makan bersama.
Makan siang sederhana. Tapi hangat.
Lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi dan mengatur lalu lintas. Hingga sore hari, setelah bupati datang dan berdialog langsung dengan warga, aksi unjuk rasa pun berakhir.
Sekitar pukul 17.00 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada kericuhan lanjutan. Tidak ada amarah tersisa di jalan.
“Sekarang kondisi sudah kondusif. Setelah bupati datang dan beraudiensi, masyarakat langsung kembali ke rumah masing-masing,” ujar AKBP Wikha.
Hari itu Cigudeg kembali normal. Tapi pesan warganya masih jelas: pekerjaan bukan sekadar angka. Ia soal hidup. Dan hidup tidak bisa menunggu terlalu lama.***
