Saturday, 17 January 2026
HomeKabupaten BogorUpaya Konservasi Satwa Orangutan, Taman Safari Indonesia (TSI) Perkuat Kerjasama dengan Jepang

Upaya Konservasi Satwa Orangutan, Taman Safari Indonesia (TSI) Perkuat Kerjasama dengan Jepang

Bogordaily.net – Taman Safari Indonesia (TSI) memperkuat kerjasama dengan Jepang dalam upaya konservasi satwa Orangutan melalui program Cooperative Breeding.

Adapun kerjasama tersebut ditandai dengan kunjungan langsung Gubernur Prefektur Ehime Jepang, Tokhiro Nakamura ke Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, pada Jum’at 16 Januari 2026.

Founder Taman Safari Indonesia Jansen Manansang menyambut langsung kedatangan Gubernur Prefektur Ehime Jepang, Tokhiro Nakamura beserta jajaran.

Menurutnya, kerjasama ini dilakukan untuk memperkuat hubungan antara TSI dan Tobe Zoo melalui konservasi satwa Orangutan.

“Kerjasama ini adalah kerjasama antara kebun binatang. Jadi kerjasama ini untuk membagikan dan mempertahankan genetik dari pada orang utan yang ada di Jepang melalui program,” kata Jansen

“Jadi Indonesia akan bantu juga kirim Orangutan dengan tukar menukar satwa ini, ada peminjaman sehingga genetik Orangutan disana tidak punah tetapi bisa berkembang,” tambahnya.

Kemudian, kerjasama ini juga turut mengedepankan aspek riset dan ilmiah dalam bidang teknologi hingga sumber daya manusia. 

“Disamping itu juga kita bisa menukar ilmu, teknologi, staf, keeper, dokter, dan sebagainya, hubungan antara Jepang dan Indonesia,” ujar Jansen.

Jansen berharap, melalui kerjasama ini hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Jepang nantinya akan lebih kuat.

“Diharapkan adanya kerjasama ini antara Indonesia dengan Jepang hubunganya akan lebih erat lagi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, program ini juga melibatkan Kementerian Kementerian Kehutanan serta Balai Konservasi sumber Daya Manusia (BKSDA).

Dalam hal ini, satwa Orangutan berjenis betina asal Indonesia bernama Jenifer diterbangkan ke Jepang dengan misi perjodohan sebagai bagian dari upaya pelestarian Orangutan di Tobe Zoo.

Disana, Jenifer akan dipasangkan dengan seekor Orangutan jantan bernama Hayato. Keduanya merupakan satwa dewasa dengan usia matang, sekitar 10 hingga 15 tahun.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Ehime Jepang Tokhiro Nakamura menyebut, Jenifer saat ini masih belum dipublikasikan untuk umum, dikarenakan untuk menjaga kesehatan dalam cuaca dingin yang saat ini terjadi di Jepang.

“Saat ini Jepang lagi musim salju jadi suhunya rendah oleh karena itu, prioritas menjaga kesehatan Jenifer, oleh karena itu belum dipublikasikan untuk umum,” ungkap Tokhiro Nakamura.***

Albin

Kunjungan langsung Gubernur Prefektur Ehime Jepang, Tokhiro Nakamura ke Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, pada Jum’at 16 Januari 2026. (Albin/Bogordaily.net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here