Tuesday, 20 January 2026
HomeHiburanFilm Lokal Jadi Media Pelestarian Budaya Papua di Tengah Arus Globalisasi

Film Lokal Jadi Media Pelestarian Budaya Papua di Tengah Arus Globalisasi

Bogordaily.net – Arus globalisasi yang semakin kuat membawa pengaruh besar terhadap pola hidup, nilai sosial, dan budaya masyarakat, termasuk di wilayah Papua. Di tengah derasnya budaya populer global, laman informasi Surat Indonesia mewartakan film lokal hadir sebagai salah satu media strategis untuk menjaga identitas dan memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

Film-film yang mengangkat cerita masyarakat adat Papua dinilai mampu merekam realitas sosial, nilai tradisi, serta kearifan lokal yang selama ini diwariskan secara lisan. Salah satunya adalah Film Maira Whisper.

Melalui medium visual, pesan budaya dapat disampaikan dengan lebih kuat, emosional, dan mudah dipahami lintas generasi. Hal ini menjadikan film tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya.

Kehadiran film lokal bertema Papua juga membuka ruang representasi yang lebih adil bagi masyarakat adat. Cerita perjuangan, kehidupan sehari-hari, serta hubungan manusia dengan alam Papua dapat disampaikan dari sudut pandang lokal, sehingga mengurangi risiko distorsi budaya yang kerap muncul dalam narasi luar.

Seperti halnya film Maira Whisper From Papua. Film ini menampilkan kisah perjuangan masyarakat adat Papua secara mendalam. Komunitas lokal dan penonton setia turut mendukung acara pemutaran perdana ini di Timika.

Tim produksi film Maira Whisper From Papua menjalani proses panjang dengan riset intensif tentang masyarakat adat Papua. Anggi Friska memimpin langsung seluruh tahapan produksi selama lebih dari 2,5 tahun.
Bioskop XXI Timika menjadi lokasi penting karena menghadirkan film yang mengangkat perjuangan komunitas Papua secara autentik.

“Lebih dari 2,5 tahun kami jalani proses produksi ini,” kata Anggi Friska, sutradara film Maira Whisper From Papua, saat menjelaskan durasi pengerjaan film tersebut.
Di tengah gempuran konten digital global, film lokal menjadi alat penting untuk menumbuhkan kesadaran budaya di kalangan generasi muda Papua. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, nilai-nilai adat, sejarah, dan identitas lokal dapat terus dikenalkan tanpa terkesan menggurui.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas film, pemerintah daerah, dan pengelola bioskop, turut menentukan keberlangsungan film lokal bertema budaya.
Penayangan film di daerah asal, seperti di Papua, menjadi langkah nyata dalam memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat setempat sekaligus memperkuat ekosistem perfilman daerah.

Film lokal memiliki peran penting sebagai media pelestarian budaya Papua di tengah arus globalisasi yang semakin masif. Melalui narasi visual yang autentik dan melibatkan masyarakat adat, film mampu menjaga identitas budaya sekaligus memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.

Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, film lokal berpotensi menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, serta memastikan budaya Papua tetap hidup dan dikenal lintas generasi.

“Tim produksi ingin memperkenalkan nilai budaya Papua kepada khalayak luas melalui film ini,” ujar Anggi.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here