Saturday, 24 January 2026
HomeNasionalSirine Pintu Air 10 Cisadane Bunyi, 12 Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir

Sirine Pintu Air 10 Cisadane Bunyi, 12 Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir

Bogordaily.net – Bunyi sirine peringatan di Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, mendadak mengundang perhatian publik dan viral di media sosial sejak Jumat pagi, 23 Januari 2026.

Suara sirine tersebut menjadi penanda meningkatnya debit air Sungai Cisadane akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu hingga kawasan Tangerang sejak Kamis malam, 22 Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memastikan bahwa sirine dibunyikan setelah status ketinggian muka air di Pintu Air 10 naik ke level Siaga Tiga.

Kondisi tersebut menandakan debit air telah melampaui batas normal dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan bagi wilayah hilir.

Debit Air Cisadane Naik, Status Siaga Ditetapkan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada debit air Sungai Cisadane.

“Benar, setelah dilakukan pengecekan, debit air mengalami kenaikan dari biasanya. Sirine dibunyikan karena status air menjadi siaga tiga, debitnya sudah di atas rata-rata,” ujar Mahdiar saat dikonfirmasi, Jumat siang.

Meski belum ada data rinci terkait angka pasti ketinggian muka air, BPBD memastikan kondisi sungai telah melewati ambang normal. Intensitas hujan yang masih tinggi dinilai menjadi faktor utama lonjakan debit air tersebut.

“Untuk detail ketinggiannya memang belum ada informasi pasti, tapi kondisinya sudah di atas normal,” tambahnya.

Banjir Rendam 12 Kecamatan di Kota Tangerang

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek turut berdampak luas di Kota Tangerang. BPBD mencatat, 12 dari 14 kecamatan terdampak banjir dengan genangan merendam jalan utama, permukiman warga, hingga fasilitas umum.

“Wilayah terdampak banjir ada 12 kecamatan. Genangan merendam jalan dan permukiman, dengan jumlah warga mengungsi mencapai 611 kepala keluarga,” ungkap Mahdiar.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane dan daerah rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Potensi kenaikan debit air susulan masih terbuka mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih diperkirakan terjadi.

Selain Sungai Cisadane, banjir juga dipicu oleh luapan Kali Angke yang merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mendekati dua meter, memaksa warga mengungsi.

Sejak Kamis malam, area terdampak banjir di kawasan tersebut terus meluas hingga mencakup sedikitnya lima RW, dengan jumlah warga terdampak sekitar 600 kepala keluarga.

Warga terpaksa mencari tempat aman, mulai dari rumah kerabat, masjid, hingga rumah pemotongan hewan (RPH) yang dijadikan lokasi pengungsian sementara.

Warga Mengungsi, Akses Jalan Lumpuh

Salah seorang warga, Risman, mengaku kembali mengungsi karena ketinggian air terus bertambah sejak dini hari.

“Air mulai naik sejak jam setengah dua malam. Sekarang tambah tinggi, jadi saya ngungsi ke rumah saudara biar lebih aman,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wati, warga lainnya yang mengungsi bersama keluarga dan cucunya yang masih bayi.

“Tadi malam air sudah tinggi, sekarang makin naik hampir dua meter. Mau ke rumah anak juga sudah kebanjiran,” tuturnya.

Banjir juga mengakibatkan akses Jalan Ahmad Dahlan yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat, terputus.

Sejumlah kendaraan terpaksa putar balik, bahkan beberapa sepeda motor dilaporkan mogok setelah nekat menerobos genangan.

BPBD mencatat wilayah terparah berada di Kecamatan Cipondoh dan Kecamatan Periuk, dengan ketinggian air nyaris mencapai dua meter. Petugas gabungan masih disiagakan untuk pemantauan debit air, evakuasi warga, serta antisipasi banjir susulan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here