Sunday, 25 January 2026
HomeHiburanGaji Guru Honorer Disorot, Ferry Irwandi Tegaskan Pendidikan Tak Akan Maksimal Jika...

Gaji Guru Honorer Disorot, Ferry Irwandi Tegaskan Pendidikan Tak Akan Maksimal Jika Pendidik Tak Sejahtera

Bogordaily.net – Persoalan gaji guru honorer kembali membuka wajah buram dunia pendidikan di Indonesia. Di berbagai daerah, masih banyak pendidik yang menerima upah jauh di bawah standar hidup layak. Bahkan, tidak sedikit guru honorer yang hanya memperoleh bayaran puluhan ribu rupiah dalam sebulan.

Kondisi tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan melalui kebijakan tambal sulam.

Rendahnya kesejahteraan guru honorer dianggap berpotensi menghambat kualitas pendidikan secara keseluruhan, meskipun berbagai pembaruan kurikulum terus dilakukan.

Sorotan terhadap isu ini salah satunya datang dari Founder Malaka Project, Ferry Irwandi. Ia menegaskan bahwa, kesejahteraan guru merupakan fondasi utama dalam sistem pendidikan.

Tanpa jaminan hidup yang layak bagi pendidik, berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dinilai tidak akan berjalan maksimal.

“Mau kurikulum sehebat apa pun, buku sebagus apa pun, tapi kalau guru-guru kelaparan, semuanya tidak akan pernah maksimal,” kata Ferry Irwandi dalam konten yang diunggah di kanal YouTube Malaka Project.

Pernyataan tersebut kembali memicu perbincangan luas di media sosial, terutama terkait kondisi riil guru honorer di lapangan. Isu ini juga menyeret Ferry Irwandi dalam polemik kritik terkait konten pendidikan yang ia buat.

Dalam unggahan terpisah, Ferry menyampaikan keberatannya atas sejumlah tudingan yang menurutnya mengandung unsur fitnah, tuduhan, dan framing yang merugikan dirinya. Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya terbuka terhadap kritik.

“Selama ini setiap mas @imanzanatul91 melakukan kritik atas konten yang saya buat, saya menerima dengan senang hati. Tapi di sini saya akan jawab karena beberapa tulisan mengandung unsur fitnah, tuduhan dan framing, sesuatu yang menurut saya sudah kelewatan dan sudah benar-benar merugikan saya,” tulis Ferry dalam keterangan unggahan yang dikutip pada Minggu.

Ferry juga menyatakan kesiapannya untuk menjawab substansi kritik tersebut secara terbuka dan langsung. Ia menilai dialog terbuka akan lebih adil dibandingkan penyampaian sepihak melalui tulisan atau video monolog.

“Untuk substansi utasnya, saya siap jawab satu per satu dan pertanyakan langsung dengan mas @imanzanatul91,” lanjutnya.

Meski terlibat polemik, Ferry menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung perjuangan kesejahteraan guru di Indonesia.

Ia menyatakan tidak akan menjawab polemik tersebut melalui video monolog atau tulisan sepihak.

“Saya tidak akan menjawab dengan video monolog atau tulisan sepihak, karena menurut saya itu lebih adil dan terbuka. Saya akan tetap mendukung kesejahteraan semua guru. Semoga waktunya segera bertemu, terima kasih,” pungkasnya.

Isu gaji guru honorer hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia pendidikan nasional.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here