Bogordaily.net-Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor masih melanjutkan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan RSUD Kota Bogor, khususnya terkait perbaikan manajemen dan penyelesaian persoalan keuangan rumah sakit milik daerah tersebut.
Ketua Pansus DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, mengatakan saat ini Pansus berada pada fase pendalaman dan pemutakhiran data, sembari memantau langkah-langkah pembenahan yang telah dijalankan manajemen RSUD.
Menurutnya, salah satu perkembangan positif adalah mulai lengkapnya struktur manajemen rumah sakit, termasuk pengisian posisi wakil direktur meski masih berstatus pelaksana tugas.
“Masih tahap penyempurnaan data. Kami melihat ada progres perbaikan yang sudah disampaikan Direktur RSUD, termasuk penguatan manajemen. Ini kami harapkan menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” ujar Rifki
Ia juga menyinggung persoalan utang RSUD yang selama ini menjadi sorotan. Berdasarkan laporan manajemen, kewajiban keuangan rumah sakit kini mulai dicicil dan diarahkan untuk mendukung pemulihan layanan, terutama pengadaan obat-obatan.
“Utang RSUD perlahan mulai terurai. Harapannya, dengan kepemimpinan yang definitif, pemulihan pelayanan kesehatan bisa menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Dari total utang yang ada, manajemen RSUD telah menyelesaikan pembayaran sekitar Rp35 miliar. Sementara sisa kewajiban sekitar Rp70 miliar ditargetkan rampung dalam kurun waktu 14 bulan mendatang.
“Targetnya 14 bulan ke depan bisa diselesaikan. DPRD akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi agar target ini tercapai,” katanya.***
Muhammad Irfan Ramadan
