Bogordaily.net – Pedagang es gabus Suderajat (49) yang viral dituding menggunakan bahan spons oleh aparat mengaku sempat dipukuli dan trauma tak mau berjualan.
Sebelumnya viral di media sosial pedagang es gabus dituding menggunakan bahan spons oleh sejumlah aparat TNI dan Polisi saat tengah berjualan pada Sabtu 24 Januari 2026.
Ditemui di kediamannya di Bojonggede, Suderajat dengan raut wajah penuh kesedihan mengungkapkan kekecewaan saat insiden tersebut.
“Iya dipukuli polisi ama abri, saya kalo lawan saya takut kalo masih jualan,” kata Suderajat saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa 27 Januari 2026.
Ditempatnya sama, sang Anak yakni Zaitun (18) menyampaikan bahwa, sang ayah sempat lemas saat pulang berjualan beberapa waktu lalu.
“Gelap kan, kan gelap jadi gak ketara banget mukanya. Dia lemes, langsung tidur,” ujar Zaitun
Menurutnya, sang ayah mengaku sempat dipukuli oleh aparat dan difitnah bahwa es yang dijual ayahnya menggunakan bahan spons.
“Iya (dipukulin). Awalnya gak percaya, tiba-tiba ada viral gitu. Shock sih, kayak kesel banget gitu. Bisa digituin banget. Katanya sih gara-gara es gabusnya di fitnah,” jelasnya.
Kemudian, dirinya mengaku bahwa, es tersebut didapat dari pabrik langsung dan tidak membuatnya sendiri.
“Esnya gak buat sih, dia dapat dari bosnya. Dia tinggal bawa aja,” tambah dia.
Lebih lanjut, keluarga yang mengetahui insiden tersebut mengaku kesal dan tak menyangka atas tudingan tersebut.
“Kesel banget sih, padahal gak dari spons, emang kayak gitu. Itu kalau udah kering ya, kalau udah airnya udah adem gitu ya, kalau gak dingin lagi,” katanya.
Zaitun mengaku, sang ayah biasa berjualan di wilayah Jakarta dengan penghasilan rata rata sehari mencapai Rp.50 ribu.
“Jualan di Kemayoran, di Manggarai gitu ya. 100 keatas lah. itupun Kasih lagi, nyetor,” ungkap Zaitun.*
(Albin Pandita)
