Bogordaily.net – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Proposal LITAPDIMAS pada Rabu, 28 Januari 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., selaku Kepala Subdirektorat LITAPDIMAS Kementerian Agama Republik Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibnu Fahrizi, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor IUQI Bogor, Dr. H. Syamsul Rizal Mz, S.H.I., M.Pd.
Dalam sambutannya, Rektor IUQI menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber yang telah lama diupayakan melalui koordinasi dengan Dekan FEBI. Ia menegaskan bahwa kehadiran narasumber harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para dosen.
“Program yang diselenggarakan LPPM ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruh lembaga, sekaligus memberi nilai tambah bagi dosen dan masyarakat,” ungkapnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa IUQI tengah berupaya meningkatkan kualitas jurnal menuju akreditasi SINTA 2. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan progres yang konsisten, khususnya melalui peningkatan kualitas proposal dan penelitian dosen.
Memasuki acara inti, materi disampaikan oleh Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., dengan dipandu oleh moderator sekaligus Direktur LPPM IUQI, Gugun Gunawan. Dalam pengantarnya, moderator menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir IUQI cukup aktif memperoleh pendanaan penelitian melalui skema LITAPDIMAS, sehingga forum ini diharapkan menjadi ruang berbagi dan penguatan strategi.
Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti masih terbatasnya jumlah jurnal perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terindeks Scopus dan SINTA. Ia menekankan pentingnya persiapan matang dalam proses submission jurnal, termasuk konsistensi pengelolaan dan kerapian tampilan.
“Reviewer jurnal akan sangat selektif. Oleh karena itu, jika IUQI ingin meningkatkan kualitas jurnal, termasuk Jurnal Al-Mubin, maka diperlukan kerja kolektif yang konsisten dan terstruktur,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia merekomendasikan strategi clustering bagi para dosen dalam penyusunan proposal agar lebih fokus dan mudah disetujui. Narasumber juga menyarankan agar IUQI dapat menjadikan model dan tampilan Jurnal TEOSOFI sebagai referensi pengelolaan jurnal.
Menurutnya, asesor tidak akan mencari kekurangan jurnal, namun akan memastikan seluruh elemen telah tersedia dan tertata rapi. Mulai dari konsistensi desain sampul, keseragaman format penulisan huruf, hingga kemudahan sitasi dalam perangkat lunak manajemen referensi seperti Zotero dan Mendeley.
Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari IUQI kepada narasumber. Acara kemudian ditutup secara resmi oleh MC.
Melalui pelatihan ini, LPPM IUQI berharap para dosen semakin siap dan kompeten dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mampu berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas riset dan jurnal ilmiah IUQI di tingkat nasional maupun internasional.***
