Bogordaily.net – Gerakan Mahasiswa Bogor (GMB) melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Sudirman, Kota Bogor, pada Jumat 27 Februari 2026. Memakai pakaian serba hitam, puluhan mahasiswa tersebut membawa dua tuntutan, yaitu soal Makan Begizi Gratis (MBG) dan evaluasi total struktural kepolisian.
“Program MBG dari berbagai daerah banyak laporan soal keracunan. Ini membuat program tidak tepat sasaran dan pemborosan anggaran,” kata sang orator di depan barisan kepolisian.
Lonjakan kasus keracunan siswa setelah mengonsumsi makanan MBG di beberapa daerah, bahkan memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selain itu, standarisasi layanan, soal temuan perbedaan kualitas makanan dan wadah, serta masalah transparansi dalam pembentukan tim lapangan.
Mereka menilai program MBG tersebut bukanlah program priotas yang mendesak bagi bangsa Indonesia. Terlebih banyak anggaran lain yang dipangkas hanya untuk melancarkan program tersebut.
Selain itu, mahasiswa juga meminta evaluasi struktural pada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan institusi tersebut tetap relevan, profesional, dan akuntabel sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan demokrasi.
Karena menurut para mahasiswa, evaluasi bertujuan mewujudkan tata kelola institusi yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Demo tersebut berakhir dengan damai dan tidak ada gesekan. Para petugas berhasil merespon dan mengamankan aksi demo dengan sikap humanis.(Muhammad Irfan Ramadan)
