Bogordaily.net – Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial, termasuk platform X, setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka jutaan dokumen baru yang dikenal sebagai Epstein Files.
Jeffrey Epstein merupakan seorang pengusaha Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.
Meski telah meninggal dunia pada 2019, kasus yang menjeratnya disebut sebagai salah satu skandal kriminal paling kelam dalam sejarah Amerika Serikat.
Epstein dikenal memiliki jaringan pergaulan luas dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia, mulai dari politisi, pebisnis, hingga bangsawan.
Hal inilah yang membuat setiap pembukaan dokumen terkait kasusnya selalu memicu kontroversi baru.
Dalam rilisan terbaru, pemerintah AS membuka sekitar tiga juta arsip tambahan, melengkapi enam juta dokumen yang dikumpulkan selama penyelidikan.
Dokumen tersebut memuat berbagai catatan perjalanan, korespondensi, laporan keuangan, hingga referensi media internasional.
Menarik perhatian publik Indonesia, nama Indonesia juga muncul dalam ratusan dokumen. Kata kunci “Indonesia” tercatat dalam 902 arsip, dengan Bali dan Jakarta disebut sebagai lokasi yang pernah dikunjungi Epstein.
Namun, mayoritas dokumen yang mencantumkan Indonesia tidak berkaitan langsung dengan kejahatan seksual.
Isinya mencakup laporan ekonomi, artikel berita, hingga dokumen administratif lembaga keuangan global.
Salah satunya adalah laporan JP Morgan tahun 2014 yang membahas kondisi politik Indonesia pasca Pemilihan Presiden, serta artikel internasional terkait isu keamanan dan terorisme di Indonesia yang dijadikan bahan briefing.
Nama Indonesia juga disebut dalam buletin internasional yang membahas peristiwa politik nasional, termasuk era kejatuhan Presiden Soeharto, sebagai bahan perbandingan dengan dinamika politik global.
Di sisi lain, publik juga menyoroti dokumen FBI yang mencantumkan nama Hary Tanoesoedibjo dalam laporan intelijen berstatus unclassified terkait dugaan pengaruh asing dalam pemilu AS. Dokumen tersebut menyinggung relasi Trump dengan sejumlah tokoh internasional.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi keterlibatan langsung pihak-pihak yang disebut dalam kejahatan Jeffrey Epstein.***
