Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menyiapkan program sosialisasi terpadu sebagai upaya pencegahan dampak game judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) di tengah masyarakat sepanjang tahun 2026.
Langkah ini ditempuh mengingat kewenangan penanganan dan penindakan judi online berada di pemerintah pusat.
Fungsional Pol PP Ahli Madya pada Satpol PP Kota Bogor, Apit Budiman, menjelaskan sejatinya mereka tidak berwenang untuk melakukan penanganan maupun penindakan terhadap praktik game online terlarang.
Untuk itu mereka berfokus untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjerumus.
“Satpol PP tidak melakukan penanganan terhadap judi online karena bukan kewenangan daerah. Aturan game online terlarang merupakan aturan pusat, bukan Perda atau Perwali,” ujar Apit Budiman
Saat ini, Satpol PP Kota Bogor sudah melakukan sejumlah pencegahan melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat
Pada tahun 2025, kegiatan sosialisasi terkait judi online telah dilaksanakan sebanyak enam kali, masing-masing satu kali di setiap kecamatan.
“Tahun kemarin kami mengadakan sosialisasi sebanyak enam kali, masing-masing satu kali di setiap kecamatan,” katanya.
Untuk tahun 2026, Satpol PP Kota Bogor merencanakan dua kali sosialisasi terpadu dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Setiap kegiatan akan menggabungkan tiga kecamatan dalam satu kali pelaksanaan.
“Tahun ini kami rencanakan dua kali sosialisasi dengan peserta lebih banyak, masing-masing menggabungkan tiga kecamatan,” jelas Apit.
Ia menambahkan, materi sosialisasi tidak hanya membahas judi online, tetapi juga mencakup edukasi terkait pinjaman online yang kerap menjadi satu paket permasalahan bagi para korban.
“Materinya bukan hanya judi online, tapi juga pinjaman online,” ungkapnya.
Apit menyebutkan sasaran utama sosialisasi tahun ini adalah kelompok masyarakat yang rentan menjadi korban game online dan pinjaman online.
Satpol PP Kota Bogor juga tengah mewacanakan kerja sama dengan koperasi angkutan kota (angkot) untuk memberikan edukasi kepada para sopir angkot.
“Kami ingin menyasar kelompok yang rentan, termasuk sopir angkot melalui kerja sama dengan koperasi angkot. Namun ini masih wacana,” katanya.
Rencananya, kegiatan sosialisasi tersebut akan dilaksanakan setelah Lebaran atau sekitar April 2026.
Muhammad Irfan Ramadan
