Bogordaily.net – Futsal Indonesia vs Iran berakhir dengan kisah yang nyaris sempurna, nyaris juara, nyaris sejarah, nyaris menumbangkan raja terakhir Asia.
Indonesia Arena Senayan penuh harap. Namun futsal, seperti hidup, kadang memilih jalan paling menyakitkan, adu penalti.
Final AFC Futsal Asian Cup 2026, Sabtu (7/2/2026), menyuguhkan drama yang sulit dilupakan. Timnas futsal Indonesia dan Iran saling kejar gol.
Skor imbang 5-5 bertahan hingga perpanjangan waktu usai. Garuda sudah unggul, bukan sekali, tapi empat kali. Namun Iran selalu punya jawaban. Dan akhirnya, Futsal Indonesia vs Iran harus ditentukan lewat titik putih.
Ahmad Habibie sempat memberi harapan. Penalti pertama Iran digagalkannya. Stadion bergemuruh. Tapi penalti adalah soal ketenangan, bukan sekadar refleks. Iran lebih dingin. Lebih terbiasa. Lebih berpengalaman. Indonesia pun harus mengakui keunggulan sang raja Asia.
Kekalahan itu membuat Indonesia gagal meraih gelar juara dalam final pertamanya sepanjang sejarah Piala Asia Futsal. Sementara bagi Iran, ini sekadar penegasan. Gelar ke-14. Dari 16 final yang pernah mereka capai. Dominasi yang nyaris tanpa cela.
Dalam laga Futsal Indonesia vs Iran itu, Iran sempat tertinggal 3-1. Disamakan. Tertinggal lagi 4-3. Disamakan. Bahkan saat Indonesia unggul 5-4, Iran kembali bangkit. Mereka seperti tahu, pertandingan ini belum selesai sebelum benar-benar selesai.
Statistik memang memihak Iran. Sejarah juga. Dari semua edisi Piala Asia Futsal, hanya Jepang yang sempat beberapa kali mengganggu dominasi mereka. Negara lain—Thailand, Kazakhstan, Uzbekistan, termasuk Indonesia—pernah sampai final, tapi pulang tanpa piala.
Namun Indonesia tidak pulang dengan tangan kosong. Perjalanan Garuda di turnamen ini melampaui ekspektasi. Sebagai tuan rumah, anak asuh Hector Souto tampil berani. Korea Selatan disapu 5-0. Kirgistan dikalahkan 5-3. Irak ditahan imbang. Vietnam dan Jepang—dua kekuatan besar Asia—disingkirkan di fase gugur.
Indonesia kini tercatat sebagai negara ke-7 yang mampu menembus final AFC Futsal Asian Cup. Juga menjadi wakil ASEAN kedua setelah Thailand. Bedanya, kali ini Indonesia benar-benar membuat Asia menoleh.
Malam final Futsal Indonesia vs Iran memang berakhir pahit. Tapi dari kekalahan itulah futsal Indonesia menemukan sesuatu yang lebih penting: keyakinan bahwa mereka sudah sangat dekat. Tinggal satu langkah lagi. Dan langkah itu, cepat atau lambat, akan sampai.***
