Bogordaily.net – Pasar dan bioskop. Dua dunia yang dulu terasa jauh. Kini dipertemukan di Leuwiliang.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan langkah yang tidak biasa. Pasar Leuwiliang tidak hanya dibangun kembali sebagai pusat jual beli. Dua studio bioskop akan hadir di dalamnya. Gagasan ini datang dari Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor sebagai bagian dari konsep pasar modern di wilayah barat.
Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengatakan rencana itu sudah masuk tahap komunikasi dengan penyedia layanan bioskop. Untuk awal, dua studio disiapkan lebih dulu.
Pasar tetap pasar. Fungsi utamanya tidak berubah. Tetapi orang datang ke pasar tidak lagi sekadar membeli kebutuhan. Mereka bisa menonton film. Bisa makan. Bisa berkumpul. Harapannya sederhana: semakin banyak orang datang, semakin banyak transaksi terjadi.
Leuwiliang sebenarnya tidak asing dengan bioskop. Dahulu pernah ada. Pernah menjadi pusat keramaian. Kini ingatan itu ingin dihidupkan kembali—dalam wajah baru yang lebih modern.
Pembangunan Pasar Leuwiliang sendiri masih berlangsung. Progresnya mendekati 50 persen. Target kontrak Desember. Namun percepatan terus didorong.
Pengembangan kawasan pasar tidak berhenti pada bioskop. Area kuliner dan fasilitas penunjang juga disiapkan. Konsepnya jelas: pasar sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial.
Haris menegaskan pedagang lokal tetap menjadi prioritas. Segmen pasar diatur agar semua lapisan masyarakat terjangkau, tanpa menyingkirkan pedagang lama.
Jika rencana ini berjalan mulus, Pasar Leuwiliang bukan sekadar tempat berbelanja. Ia bisa menjadi ikon baru. Tempat orang datang bukan hanya untuk membeli, tetapi juga untuk hidup bersama.***
