Sunday, 15 February 2026
HomeKota BogorWalikota Bogor Dukung Universitas Pakuan Ajukan Golok Jadi Warisan Budaya Tak Benda...

Walikota Bogor Dukung Universitas Pakuan Ajukan Golok Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO dari Kota Bogor

Bogordaily.net – Bogor bergerak. Bukan soal jalan macet. Soal golok.

Di Universitas Pakuan, gagasan itu dilahirkan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya menggandeng Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara. Mereka mengusulkan golok menjadi Warisan Budaya Tak Benda dunia melalui UNESCO. Caranya tidak gaduh: munggahan, pameran pusaka, sarasehan budaya.

Rektor Universitas Pakuan Didik Notosudjono memilih jalur sunyi: kajian akademik dan digitalisasi. Tradisi, katanya, tidak cukup dikenang—harus diteliti. Golok bukan sekadar bilah. Ia sejarah, filosofi, juga pamor yang menyimpan cerita panjang Nusantara. Kampus, bagi Didik, adalah rumah bagi ingatan itu.

Acara berlangsung di Gedung Graha Pakuan Siliwangi, Kota Bogor. Di sana, suara angklung dan tari Unit Seni Budaya mengantar pesan: pelestarian tak harus kaku.

Dari komunitas, Gatut Susanta membawa kabar yang menohok. Indonesia baru punya satu pusaka yang diakui dunia: keris. Golok belum. Padahal, katanya, golok pernah menjadi alat ketahanan pangan, alat pertahanan, lalu naik derajat menjadi pusaka.

GPSN menyiapkan berkas. Mendata penempa lintas generasi. Menghimpun komunitas. Sekitar 300 koleksi dipamerkan—sebagian dari abad 8–9, sebagian dari masa Demak. Targetnya berani: 2027.

“Jangan sampai anak cucu melihat golok di museum luar negeri,” kira-kira begitu kegelisahan mereka.

Dukungan datang dari Balai Kota. Wali Kota Dedie A. Rachim menyebut inisiatif ini kebanggaan daerah. Pengakuan internasional, katanya, bukan sekadar prestise. Ia membuka ruang riset, mempertebal literasi sejarah.

Perjalanan masih panjang. Namun satu hal sudah pasti: dokumentasi dirapikan, argumen historis diperkuat, kampus berdiri di depan.

Di sela acara, nota kesepahaman ditandatangani. Piagam rekomendasi diserahkan. Sebuah langkah kecil diluncurkan: Siliwangi Digital Collection. Pusaka masuk ruang digital. Ingatan diberi alamat baru.

Bogor memberi contoh. Bahwa merawat tradisi bukan pekerjaan nostalgia. Ia kerja masa depan. Golok, bilah sederhana itu, kini menunggu panggung dunia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here