Saturday, 21 February 2026
HomeEkonomiMenkop Dorong Tingkatkan Daya Tawar Petani Tembakau Madura

Menkop Dorong Tingkatkan Daya Tawar Petani Tembakau Madura

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional.

Hal itu disampaikannya pada pengukuhan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu sore (21/2).

Menkop menekankan bahwa koperasi induk tersebut diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi petani tembakau di Madura dalam meningkatkan posisi tawar terhadap industri besar.

“Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera ini harus menjadi rumah besar bagi petani tembakau, sekaligus meningkatkan posisi tawar mereka agar setara dengan pelaku industri besar,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa produk-produk lokal masyarakat akan menjadi prioritas untuk dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Menkop menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap koperasi dan pelaku usaha kecil, termasuk pedagang tradisional. Ia menyebut, keberadaan koperasi desa diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus menciptakan kemandirian desa.

“Ini adalah momentum langka, ketika pemerintah memiliki keberpihakan kuat terhadap koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional,” ujarnya.

Turut hadir dalam Agenda tersebut Bupati Pamekasan DR.KH.Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Pengasuh Ponpes Al – Hamidi KH.Moh. Rofi Baidhowi, Direktur Utama Pondok Pesantren Sunan Drajat Gus Anas Al Hifni, Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Ali Masykur S.H, para Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, CEO PT Bawang Mas Group H.Her (Khairul Umam), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa timur Endy Alim Abdi Nusa, Kepala Dinas Koperasi,UKM dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pamekasan, Achmad Sjaifudin, beserta Forkopimda Kabupaten Pamekasan dan seluruh Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Pamekasan.

Pada kesempatan itu, Menkop menyampaikan bahwa pemerintah tengah menjalankan program strategis pembentukan Kopdes Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bukan tugas yang ringan, namun alhamdulillah seluruh koperasi desa dan kelurahan Merah Putih telah berbadan hukum sejak Juli 2025,” ujar Menkop.

Hingga saat ini, pembangunan fisik berupa gudang dan sarana pendukung koperasi telah mencapai lebih dari 30.000 unit di seluruh Indonesia, dengan sekitar 1.000 unit telah selesai 100 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan tersebut rampung pada Mei 2026 dan siap dioperasionalkan.

“Selain pembangunan fisik, kami juga menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan, rekrutmen pengurus, serta pendampingan operasional koperasi,” tambahnya.

Ia menegaskan, koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa agar menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar penerima manfaat.

Menurutnya, pemerintah juga membuka akses permodalan seluas-luasnya bagi koperasi desa, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari perbankan. Dengan demikian, masyarakat desa memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Dalam konteks penguatan ekonomi lokal, Menkop menyoroti pentingnya kehadiran pusat distribusi di setiap wilayah untuk menopang aktivitas koperasi desa. Pusat distribusi tersebut akan menyalurkan kebutuhan pokok, barang subsidi, hingga produk lokal hasil masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Menkop menyampaikan apresiasi atas pengukuhan KITMAS dan berharap koperasi tersebut dapat berkembang menjadi lembaga yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Selamat atas pengukuhan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera. Semoga koperasi ini menjadi rumah yang aman dan produktif bagi para anggotanya,” pungkasnya.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman, mengapresiasi pengukuhan pengurus KIPMAS dalam kesempatan tersebut. Ia berharap pengukuhan tersebut membawa dampat positif bagi perekonomian lokal, khususnya sektor pertanian.

“Mudah-mudahan pengukuhan pengurus KITMAS membawa barokah pada Pamekasan, sehingga dengan demikian para petani, terutama petani pembakau itu bisa bangkit dari keterpurukan,” jelas Bupati.

Sementara itu CEO PT Bawang Mas Group Khairul Umam, berharap agar pengukuhan ini menjadi momentum bagi kebangkitan para petani garam dan tembakau.

Khairul Umam juga mendorong agar produk-produk dari para petani tembakau dan garam dapat diserap oleh ekosistem koperasi ke depannya.

“Dan kalau sudah ada koperasi nanti lebih enak, dananya dapat dikucurkan untuk membeli tembakau dari petani di sini,” ujar Khairul Umam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here