Bogordaily.net — Momentum bersejarah menandai perjalanan Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 142/B/O/2026, IUQI resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Bogor pada 18 Februari 2026.
Transformasi ini turut melibatkan integrasi kelembagaan antara Akademi Kebidanan IUQI Bogor dan STAI Sandikta sebagai bagian dari penguatan struktur institusi menuju universitas yang lebih komprehensif dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Rektor IUQI Bogor menyampaikan bahwa proses transformasi telah dirintis sejak Januari 2026, bertepatan dengan satu dekade pengabdian IUQI di bidang pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, pada 18 Februari 2026 SK Universitas Islam Bogor telah resmi terbit. Ini merupakan amanah besar yang harus kita jaga dan laksanakan bersama,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses panjang tersebut dengan ucapan *jazakumullah khairan katsiran*.
Struktur kepemimpinan universitas ke depan diperkuat oleh jajaran Wakil Rektor, yakni Dr. Ahmad Idhofi, M.Pd.I (Warek I), Dr. Moh. Asep Zakariya Ansori, Lc., M.H. (Warek II), dan Galih Pratama, M.I.Kom (Warek III). Turut hadir Dewan Pengawas Dr. K.H. Saiful Falah, M.Pd.I., Ketua Senat K.H. Agus Tamami, S.Ag., M.Pd.I., serta para dosen dan tenaga kependidikan dari Akademi Kebidanan IUQI Bogor dan STAI Sandikta Bekasi.
—
*Pengarahan Strategis dan Tantangan Universitas Baru*
Pengarahan strategis disampaikan oleh Dr. Ma’mun Sutisna yang menekankan pentingnya kesiapan prinsip, integritas, dan tanggung jawab dalam membangun universitas baru. Ia menjelaskan bahwa proses penerbitan SK memerlukan waktu sekitar tujuh bulan karena mencakup evaluasi menyeluruh, baik dari aspek akademik, administratif, legalitas, hingga kesiapan institusi secara komprehensif.
Sejumlah tantangan yang umum dihadapi perguruan tinggi baru turut dibahas, antara lain:
* Penguatan kualitas dan kuantitas SDM dosen
* Optimalisasi sistem penjaminan mutu
* Ketertiban dan sinkronisasi data PDDIKTI
* Stabilitas dan tata kelola keuangan
* Migrasi sistem administrasi
* Kesiapan sarana dan prasarana
* Peningkatan jumlah mahasiswa
Dalam bidang akademik, integrasi kurikulum antarprogram studi, penyesuaian sistem informasi akademik, serta harmonisasi standar mutu dan SOP menjadi prioritas utama. Sementara itu, dari sisi non-akademik, penataan struktur organisasi baru menjadi agenda strategis dalam masa transisi.
—
*Strategi Pengembangan dan Branding*
Forum diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penetapan visi dan misi baru universitas, penyusunan roadmap pengembangan lima hingga sepuluh tahun, penguatan tata kelola organisasi, serta profesionalisasi sistem administrasi dan keuangan.
Dalam strategi penerimaan mahasiswa baru, beberapa langkah konkret disepakati, meliputi:
* Penyediaan program beasiswa
* Promosi yang masif dan terstruktur
* Pemanfaatan rekam jejak institusi sebelumnya
* Persiapan launching resmi universitas
* Kejelasan mekanisme dan tahapan akreditasi
Selain itu, pemasaran berbasis digital dinilai menjadi kebutuhan strategis. Platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook dipandang efektif dalam membangun citra dan branding universitas. Setiap program studi didorong untuk memproduksi konten promosi berbasis video sebagai bagian dari strategi komunikasi modern.
—
*Dukungan dan Optimisme*
Perwakilan STAI Sandikta Bekasi menyampaikan dukungan penuh terhadap proses integrasi ini. Mereka mengakui bahwa penggabungan dua institusi memerlukan kesiapan, koordinasi lintas kementerian, serta komitmen bersama. Namun, dengan terbitnya SK resmi, optimisme terhadap masa depan Universitas Islam Bogor semakin menguat.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Senat sebagai harapan agar proses transformasi menuju Universitas Islam Bogor berjalan lancar, membawa keberkahan, serta mampu menjadi pusat pendidikan Islam unggul di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Transformasi ini menjadi babak baru dalam perjalanan pendidikan tinggi Islam di Bogor, sekaligus menegaskan komitmen seluruh civitas akademika untuk membangun universitas yang maju, profesional, dan berdaya saing.***
