Bogordaily.net –Â Duka menyelimuti warga Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, setelah seorang pria berusia 53 tahun yang berprofesi sebagai masinis meninggal dunia akibat serangan kawanan tawon vespa.
Peristiwa tragis ini terjadi saat korban tengah melakukan aktivitas rutin membersihkan toren air di atap rumahnya.
Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat setempat. Banyak warga tidak menyangka aktivitas rumah tangga yang terlihat sederhana bisa berujung pada insiden fatal.
Kronologi Kejadian di Atap Rumah
Berdasarkan keterangan warga sekitar, peristiwa bermula ketika korban naik ke bagian atas rumah untuk membersihkan toren air yang sudah cukup lama tidak dirawat.
Tanpa disadari, di sekitar lokasi terdapat sarang tawon vespa yang menempel di area dekat toren.
Aktivitas korban diduga memicu koloni tawon keluar dari sarangnya.
Dalam hitungan detik, kawanan tawon menyerang secara agresif dan berkelompok. Sengatan mengenai sejumlah bagian tubuh korban.
Korban sempat berusaha turun dan menyelamatkan diri, namun intensitas serangan membuat kondisinya cepat melemah.
Teriakan minta tolong yang terdengar dari atas rumah mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berupaya memberikan bantuan.
Evakuasi Sulit karena Tawon Masih Agresif
Proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Kawanan tawon masih beterbangan di sekitar lokasi dan menunjukkan perilaku agresif, sehingga warga harus menunggu situasi sedikit mereda sebelum bisa mengevakuasi korban.
Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Namun, dampak sengatan yang cukup banyak diduga memicu reaksi serius pada tubuh korban.
Beberapa jam setelah mendapat perawatan, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kepergian korban meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Korban dikenal sebagai pribadi yang ramah, pekerja keras, dan memiliki hubungan sosial yang baik di lingkungan tempat tinggalnya.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggit Wp yang diketahui berasal dari Kroya.
Ia menyampaikan doa dan simpati agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.
