Bogordaily.net – Seorang pendakwah atau ustadz yang dikenal publik dengan inisial SAM kini tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah santri laki-laki.
Laporan tersebut disampaikan oleh para korban melalui kuasa hukum mereka dan kini disebut telah memasuki tahap penyidikan oleh pihak kepolisian.
Artinya, penyidik menilai bahwa bukti awal yang disampaikan pelapor sudah cukup untuk meningkatkan status perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.
Salah satu kuasa hukum korban, Benny Jehadu, menyampaikan bahwa kliennya berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti kasus ini secara serius.
“Laporan ini terkait pelecehan seksual, kami khawatir jangan sampai ada korban-korban lain lagi. Korbannya saat ini, untuk klien kami, ada lima orang. Kalau untuk terlapor, inisialnya SAM,” ujar Benny
Menurutnya, dugaan tindakan tersebut tidak hanya terjadi sekali, melainkan berlangsung berulang kali dalam rentang waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, pihak korban berharap polisi segera menetapkan status tersangka terhadap terlapor agar tidak muncul korban baru.
Lima Korban, Tiga di Antaranya Anak di Bawah Umur
Dalam laporan yang diajukan, terdapat lima orang korban yang mengaku mengalami tindakan pelecehan dari ustadz berinisial SAM tersebut.
Dari jumlah tersebut, tiga korban diketahui masih berstatus anak di bawah umur saat peristiwa diduga terjadi.
Kuasa hukum korban lainnya, Wati Trisnawati, menjelaskan bahwa para korban bukanlah santri yang tinggal menetap di pesantren.
Sebaliknya, mereka merupakan santri yang mengikuti program pembelajaran agama atau menghafal Al-Quran di rumah atau di tempat pengajaran tertentu yang dipimpin oleh terlapor.
Menurut keterangan kuasa hukum, modus yang digunakan oleh terlapor adalah dengan memberikan janji atau iming-iming kepada para korban.
Salah satu janji yang disebutkan adalah kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Pihak kuasa hukum menyebut dugaan peristiwa pelecehan tersebut terjadi di beberapa lokasi dan dalam waktu yang berbeda-beda.
“Untuk waktu sekitar di tahun 2017. Jadi memang ada beberapa korban yang berbeda waktunya, ada yang 2017, 2018, sampai ada yang 2025. Tapi beda-beda waktunya,” jelasnya.
Menurut pengakuan para korban, terlapor sebenarnya pernah menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya pada masa lalu dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut.
Namun dugaan pelecehan kembali terjadi pada tahun 2025, sehingga akhirnya para korban memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Sebagai bagian dari laporan, pihak korban juga menyertakan sejumlah bukti pendukung, termasuk percakapan digital serta video yang berisi pernyataan terlapor yang berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Lantas, siama Ustadz SAM yang dimaksud?
Identitas Ustadz SAM Masih Misterius
Meski laporan sudah diproses oleh kepolisian, identitas lengkap dari ustadz berinisial SAM hingga kini belum diungkap secara resmi kepada publik.
Namun kuasa hukum korban memberikan sejumlah petunjuk mengenai sosok tersebut.
Menurut Benny Jehadu, terlapor dikenal sebagai seorang ustadz yang cukup populer dan sering muncul di layar televisi.
Ia disebut pernah mengisi program ceramah keagamaan di salah satu stasiun televisi swasta, yakni program religi populer Damai Indonesiaku.
Petunjuk tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet mengenai siapa sebenarnya sosok ustadz yang dimaksud.
Di media sosial, sejumlah warganet sempat mengaitkan inisial SAM dengan nama pendakwah terkenal, Sholeh Mahmoed Nasution yang dikenal dengan nama Ustadz Solmed.
Namun setelah ditelusuri, nama lengkap Ustadz Solmed adalah Sholeh Mahmoed Nasution, sehingga tidak sesuai dengan inisial SAM yang disebutkan dalam laporan.
Selain itu, suami dari model April Jasmine tersebut juga masih aktif mengisi berbagai program ceramah di televisi.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas lengkap terlapor yang dimaksud dalam kasus ini.
