Bogordaily.net – One way arus mudik Lebaran 2026 resmi diberlakukan, pemerintah mulai menerapkan rekayasa lalu lintas skema satu arah (one way) nasional guna mengurai kepadatan kendaraan pada puncak periode mudik tahun ini.
Skema one way arus mudik tersebut mulai berlaku pada Rabu (18/3), mencakup ruas tol strategis dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pemberlakuan sistem satu arah ini ditandai dengan seremoni flag off oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang dihadiri jajaran kepolisian, termasuk Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan dan Dirgakkum Korlantas Polri Faizal.
Menteri Perhubungan menegaskan, kebijakan one way arus mudik nasional merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi selama periode Lebaran. Ia menyebut rekayasa lalu lintas ini diinisiasi oleh Korlantas Polri bersama sejumlah Polda di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Rekayasa lalu lintas ini merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan kelancaran dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Dudy dalam keterangannya.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan para pemudik untuk mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan. Kepatuhan terhadap aturan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama periode arus mudik.
Dudy berharap penerapan one way arus mudik tahun ini dapat berjalan optimal sehingga masyarakat bisa menikmati perjalanan yang aman dan lancar hingga sampai ke kampung halaman.
“Semoga perjalanan berjalan dengan baik dan seluruh masyarakat tiba dengan selamat,” katanya.***
