Bogordaily.net – Kenaikan harga BBM mulai merambat ke berbagai negara di Asia Tenggara seiring melonjaknya harga minyak global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas.
Harga minyak mentah Brent bahkan telah menyentuh level US$100 per barel, melonjak tajam dari kisaran US$65–US$70 per barel pada bulan sebelumnya.
Lonjakan tersebut langsung memicu kenaikan harga BBM di sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Malaysia. Masing-masing negara menyesuaikan harga energi domestik demi meredam tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia.
Di Thailand, penyesuaian harga dilakukan mulai 21 Maret 2026 oleh operator energi utama seperti PTT dan Bangchak. Harga bensin dan gasohol naik 1 baht per liter, sementara diesel meningkat sekitar 0,70 baht per liter. Harga bensin kini mencapai 41,64 baht per liter, sedangkan varian gasohol dan diesel juga mengalami kenaikan signifikan di berbagai level.
Vietnam bahkan mencatat lonjakan lebih tajam. Harga bensin RON95 naik lebih dari 20% menjadi sekitar 30.690 dong per liter, sementara diesel melonjak hampir 34% menjadi 33.420 dong per liter. Secara kumulatif sejak akhir Februari 2026, harga bensin telah naik lebih dari 50% dan diesel hingga 70%, mencerminkan tekanan berat dari pasar energi global.
Sementara itu, Singapura melakukan penyesuaian harga secara bertahap. Operator seperti Shell dan SPC menaikkan harga bensin oktan 95 sebesar 4 sen Singapura per liter. Harga bensin premium dan diesel juga ikut terdongkrak, dengan diesel menyentuh level tertinggi 2,70 dolar Singapura per liter.
Malaysia juga tidak luput dari tren serupa. Dalam dua pekan terakhir, harga bensin RON97 naik 70 sen menjadi 4,55 ringgit per liter. Sementara itu, harga diesel melonjak 80 sen hingga mencapai rekor 4,72 ringgit per liter. Meski demikian, pemerintah Malaysia masih menahan harga RON95 di level 1,99 ringgit per liter.
Di dalam negeri, kenaikan harga BBM non-subsidi juga sudah terjadi pada Maret 2026. Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter. Pertamax Green kini dibanderol Rp12.900 per liter, sementara Pertamax Turbo naik menjadi Rp13.100 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada BBM jenis diesel, di mana Dexlite naik menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp14.500 per liter. Namun, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi, yakni Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Selain Pertamina, sejumlah operator swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo juga kompak menaikkan harga produk BBM mereka. Penyesuaian ini mencerminkan tekanan global yang semakin kuat terhadap sektor energi, sekaligus menjadi sinyal bahwa volatilitas harga minyak dunia masih akan berlanjut dalam waktu dekat.***
