Wednesday, 8 April 2026
HomeInternasionalTrump Umumkan Gencatan Senjata, Negosiasi Damai AS-Iran Masuk Babak Baru

Trump Umumkan Gencatan Senjata, Negosiasi Damai AS-Iran Masuk Babak Baru

Bogordaily.net – Trump umumkan gencatan senjata. Kalimat itu terdengar seperti jeda. Seperti seseorang menarik napas panjang setelah berlari terlalu jauh. Donald Trump, dengan gaya khasnya, tiba-tiba mengubah arah. Dari ancaman kehancuran, menjadi penundaan serangan.

Dua minggu. Hanya dua minggu. Tapi dalam dunia geopolitik, dua minggu bisa lebih panjang dari dua tahun.

Ia menyebut: Amerika Serikat menahan diri. Serangan ke Iran ditunda. Syaratnya satu: Selat Hormuz harus dibuka kembali. Sepenuhnya. Aman.

Trump umumkan gencatan senjata. Ia menuliskannya sendiri. Di akun Truth Social miliknya. Waktu itu malam di Amerika. Hanya sekitar satu setengah jam sebelum tenggat serangan besar-besaran ke Teheran.

Cepat sekali berubah. Padahal sebelumnya, ia sempat mengancam: peradaban Iran bisa “mati malam ini”.

Apa yang terjadi?

Ada satu nama negara yang tiba-tiba muncul sebagai penengah: Pakistan. Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Jenderal Asim Munir disebut langsung oleh Trump. Mereka meminta satu hal: tahan dulu serangan itu.

Dan Trump mengiyakan.

Ia merasa sudah cukup. Operasi militer sejak akhir Februari, katanya, telah mencapai semua target. Bahkan lebih. Tinggal satu langkah lagi: perjanjian damai jangka panjang di Timur Tengah.

Di sinilah menariknya.

Trump juga menyebut proposal 10 poin dari Iran sebagai “dasar yang layak”. Itu bukan bahasa perang. Itu bahasa negosiasi.

Sementara itu, dari Teheran, suara konfirmasi datang cepat. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengakui: kesepakatan sementara memang ada. Iran siap membuka kembali Selat Hormuz. Tapi hanya selama masa gencatan.

Kalimatnya juga tegas: jika serangan berhenti, operasi militer Iran juga berhenti.

Saling menahan. Saling mengukur.

Trump umumkan gencatan senjata. Tapi ini bukan akhir. Ini jeda. Dua minggu yang akan menentukan apakah Timur Tengah benar-benar menuju damai—atau justru hanya bersiap untuk babak berikutnya.

Negosiasi lanjutan disebut akan berlangsung di Islamabad. Lagi-lagi, Pakistan di tengah.

Sejarah sering berubah bukan karena perang dimulai. Tapi karena, tiba-tiba saja, perang ditunda.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here