Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi kontroversial seorang wanita di wilayah Wanasalam.
Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan berinisial M terlihat melakukan tindakan yang menuai kecaman luas, yakni menginjak kitab suci Al Quran sambil mengucapkan sumpah.
Peristiwa ini diduga terjadi di sebuah salon kecantikan yang berada di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Video berdurasi singkat itu mulai viral pada awal April 2026 dan langsung memicu reaksi keras dari warganet.
Kronologi Kejadian dalam Video
Dalam video yang beredar, wanita tersebut tampak mengenakan daster bermotif dan berdiri di dalam ruangan yang diduga merupakan area salon. Di hadapannya, terlihat Al Quran dalam kondisi terbuka diletakkan di lantai.
Tak lama kemudian, ia menginjak kitab suci tersebut sambil mengucapkan sumpah. Aksi itu dilakukan dengan didampingi seorang perempuan lain yang tampak membimbingnya dalam mengucapkan pernyataan sumpah.
Sumpah yang diucapkan terdengar ekstrem dan penuh tekanan emosional.
“Demi Allah, Meta mah nggak ngambil bedak sama minyak wangi. Kalau Meta ngambil, jangan dikasih rezeki seumur hidup.”
Tak hanya itu, ia juga melontarkan sumpah lain yang menyatakan kesediaannya menerima konsekuensi buruk bagi dirinya dan keluarganya apabila terbukti berbohong.
Berdasarkan informasi yang beredar, aksi tersebut diduga dipicu oleh konflik pribadi antara pelaku dengan rekannya. Perselisihan bermula dari hilangnya sejumlah barang kosmetik, seperti bedak dan minyak wangi.
Wanita berinisial M disebut merasa dituduh mencuri barang tersebut. Untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, ia kemudian melakukan sumpah dengan cara yang sangat kontroversial dan tidak lazim.
Video tersebut sontak memancing beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet yang mengecam keras tindakan tersebut karena dianggap tidak menghormati simbol keagamaan.
Sebagian lainnya menyayangkan tindakan yang dinilai dilakukan secara emosional tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan sensitivitas masyarakat.
