Sunday, 12 April 2026
HomeLingkungan HidupMenteri LH Sebut TPA Talang Gulo Salah Satu Terbaik, Jambi Siap Bangun...

Menteri LH Sebut TPA Talang Gulo Salah Satu Terbaik, Jambi Siap Bangun PSEL

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau lokasi pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo, Sabtu (11/4/2026).

Dalam kunjungannya, Hanif yang didampingi Gubernur Jambi, H. Al Haris, serta Wali Kota Jambi, H. Maulana memberikan apresiasi terhadap kondisi TPA Talang Gulo. Ia menyebut TPA tersebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, baik dari sisi desain maupun operasional.

“Saya sudah berkeliling ke banyak TPA di Indonesia, dan TPA Talang Gulo ini termasuk yang paling baik dari segi desain dan operasionalnya. Bahkan mungkin lebih baik dari beberapa daerah lain seperti Malang dan Balikpapan,” ujar Hanif.

Meski demikian, Hanif menekankan masih diperlukan sejumlah peningkatan, khususnya pada pengelolaan di bagian hulu. Menurutnya, keunggulan Jambi justru terletak pada pengelolaan TPA, berbeda dengan daerah lain yang masih menghadapi kendala di hilir.

“Jambi ini keunggulannya ada di TPA, tinggal bagaimana penguatan di hulu. Ini menjadi tenaga dorong kita bersama untuk menyelesaikan persoalan sampah,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Kota Jambi dapat meraih predikat Adipura pada 2026, mengingat volume sampah harian yang relatif tidak terlalu besar, yakni sekitar 600 ton per hari.

Selain itu, Hanif juga mengungkapkan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari program nasional atas arahan Presiden. Jambi termasuk dalam 33 aglomerasi yang ditargetkan segera melaksanakan proyek tersebut.

“Untuk Jambi, penandatanganan MoU akan dilakukan dalam waktu dekat. Kesiapan lahannya sangat baik, sehingga ini menjadi keunggulan tersendiri,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan hingga operasional PSEL membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta tidak menunggu dan tetap memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Dalam kesempatan itu, Hanif juga menegaskan target pemerintah untuk mengakhiri praktik open dumping secara nasional pada 2026. Ia meminta pemerintah daerah segera merespons sebelum batas waktu Agustus 2026.

“Setelah Agustus, kami akan melakukan pendekatan penegakan hukum terhadap praktik open dumping,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut baik kunjungan Menteri LH dan memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan PSEL di Talang Gulo.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan bagi kami. Insyaallah Jambi akan membangun waste to energy di lokasi ini,” ucapnya.

Wali Kota Jambi, Maulana, juga menyampaikan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat pengelolaan sampah dari hulu melalui program berbasis masyarakat.

Ia menjelaskan, melalui program “Kampung Bahagia”, pemerintah akan mengalokasikan dana Rp100 juta per RT untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Salah satu fokusnya adalah peningkatan layanan pengangkutan sampah menggunakan bentor yang dikelola oleh masyarakat.

“Target kami adalah 100 persen sampah rumah tangga terangkut. Tidak ada lagi sampah dibakar, dibuang sembarangan, atau ke sungai,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah Kota Jambi juga akan menertibkan tempat pembuangan sampah liar serta menerapkan sanksi tegas sesuai peraturan daerah, dengan denda hingga Rp20 juta.

“Untuk sektor usaha, pengelolaan sampah akan dilakukan melalui sistem retribusi langsung ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) TPA Talang Gulo,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here