Monday, 13 April 2026
HomeOtomotifJangan Isi Bensin Pakai Botol Plastik! Ini Alasan Bahaya yang Sering Diabaikan

Jangan Isi Bensin Pakai Botol Plastik! Ini Alasan Bahaya yang Sering Diabaikan

bogordaily.net – Pernah ditolak petugas SPBU saat ingin membeli bensin atau solar hanya karena membawa botol plastik bekas air mineral? Meski terasa sepele dan praktis, larangan tersebut bukan tanpa alasan.

Di balik kebijakan itu, ada risiko serius yang menyangkut keselamatan jiwa hingga aturan hukum yang ketat. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Ancaman Listrik Statis yang Bisa Picu Kebakaran

Alasan paling krusial adalah fenomena listrik statis yang kerap tidak disadari.

Berbeda dengan jeriken berbahan logam seperti besi atau baja yang mampu menghantarkan listrik ke tanah (grounding), plastik justru bersifat isolator. Artinya, muatan listrik tidak bisa dialirkan dan justru menumpuk.

Saat bensin mengalir dari nozel ke dalam botol plastik, terjadi gesekan yang memicu terbentuknya listrik statis. Karena tidak tersalurkan, muatan ini dapat memicu percikan api secara tiba-tiba.

Dalam kondisi penuh uap bahan bakar, percikan kecil saja sudah cukup untuk memicu kebakaran bahkan ledakan di area SPBU.

Jika terpaksa menggunakan wadah, gunakan jeriken logam dan pastikan diletakkan langsung di tanah saat pengisian.

Jangan dipegang atau ditaruh di atas kendaraan agar listrik statis bisa tersalurkan dengan aman.

2. Plastik Bisa Rusak dan Bocor

Selain berbahaya secara fisika, bensin juga bersifat agresif secara kimia.

Botol plastik biasa tidak dirancang untuk menampung bahan bakar. Kandungan dalam bensin dapat merusak struktur polimer plastik, membuatnya menipis, melemah, hingga akhirnya bocor.

Lebih berbahaya lagi, sebagian material plastik bisa larut ke dalam bensin dan mencemari kualitas bahan bakar. Jika digunakan, hal ini berpotensi merusak mesin kendaraan atau peralatan.

3. Ada Aturan Ketat dari Pemerintah

Larangan ini juga berkaitan dengan regulasi distribusi bahan bakar, terutama untuk BBM bersubsidi.

Untuk pembelian jenis seperti Pertalite atau Solar subsidi menggunakan jeriken, biasanya diperlukan surat rekomendasi dari instansi terkait.

Tujuannya adalah memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah praktik penimbunan ilegal.

Tak heran jika di banyak SPBU terdapat papan larangan yang menegaskan aturan ini sebagai bagian dari standar keselamatan dan keamanan operasional.

Mengisi bensin menggunakan botol plastik memang terlihat praktis, tetapi risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Mulai dari potensi kebakaran akibat listrik statis, kerusakan wadah, hingga pelanggaran aturan.

Jadi, lain kali jika ingin membeli BBM di luar tangki kendaraan, pastikan menggunakan wadah yang aman dan sesuai standar. Keselamatan selalu lebih penting daripada sekadar kepraktisan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here