Monday, 13 April 2026
HomePolitikHasil Survei Prabowo Gibran Terbaru di Tengah Dunia Bergejolak

Hasil Survei Prabowo Gibran Terbaru di Tengah Dunia Bergejolak

Bogordaily.net – Survei Prabowo Gibran. Angka itu datang di saat dunia sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan geopolitik naik. Harga-harga mudah goyah. Tapi di dalam negeri, ada cerita yang berbeda.

Lembaga Poltracking Indonesia merilis hasil evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya tidak kecil. Lebih dari 70 persen publik menyatakan percaya dan puas.

Survei itu dilakukan pada 2–8 Maret 2025. Jumlah respondennya 1.220 orang. Menyebar di seluruh provinsi. Metodenya tatap muka. Tidak lewat telepon. Tidak pula sekadar klik-klik di layar. Mereka datang. Bertanya. Mendengar.

Margin of error-nya 2,9 persen. Tingkat kepercayaannya 95 persen. Metodenya multistage random sampling—yang biasa dipakai untuk menggambarkan Indonesia dalam miniatur statistik.

Survei Prabowo Gibran. Di situlah angka 75,1 persen muncul. Itu tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Tinggi. Cukup tinggi untuk ukuran negara yang sedang berada dalam pusaran ketidakpastian global.

Peneliti utama Poltracking, Masduri Amwari, menyebut angka itu sebagai modal politik. Bukan sekadar angka. Tapi persepsi. Dan dalam politik, persepsi sering kali lebih kuat dari realitas itu sendiri.

“Di tengah tekanan global, kepercayaan publik masih terjaga,” kira-kira begitu maknanya.

Lalu ada angka lain: 74,1 persen. Itu tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah. Hampir sama tingginya. Stabil. Tidak jatuh meski dunia sedang bergejolak.

Padahal, biasanya, kondisi global seperti ini mudah menurunkan ekspektasi publik. Harga naik. Lapangan kerja tertekan. Ketidakpastian meningkat. Tapi angka itu tetap bertahan di atas 74 persen.

Menarik.

Lebih menarik lagi, kepuasan personal terhadap Presiden Prabowo Subianto sendiri mencapai 74,9 persen. Hampir menyentuh 75 persen. Artinya, figur masih kuat. Tidak hanya sistemnya, tapi juga orangnya.

Survei Prabowo Gibran. Ini bukan sekadar soal angka popularitas. Ini soal bagaimana publik membaca arah. Apakah merasa aman. Apakah merasa pemerintah bekerja.

Di tengah dunia yang gaduh, angka-angka ini seperti jeda. Seperti napas panjang. Tidak berarti semua baik. Tapi cukup untuk mengatakan: publik masih memberi kepercayaan.

Dan dalam politik, itu adalah energi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here