Monday, 13 April 2026
HomeHiburanBisnis Menantea Jerome Polin Tutup Permanen, Akhir Perjalanan Brand Viral Anak Muda

Bisnis Menantea Jerome Polin Tutup Permanen, Akhir Perjalanan Brand Viral Anak Muda

Bogordaily.net – Bisnis Menantea Jerome Polin tiba-tiba terasa seperti cerita lama yang dipaksa selesai lebih cepat. Tidak ada angin, tidak ada badai. Tahu-tahu, ia pamit.

Menantea—merek minuman teh kekinian yang pernah begitu ramai, begitu viral—dipastikan akan menutup seluruh gerainya secara permanen pada 25 April 2026. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh manajemen melalui akun Instagram resminya.

Nada pesannya tidak dibuat dramatis. Justru sederhana. Tapi terasa berat.

“Berat rasanya mengatakan ini,” tulis mereka. Kalimat yang pendek. Tapi cukup untuk menjelaskan bahwa keputusan itu bukan sesuatu yang datang dalam semalam.

Bisnis Menantea Jerome Polin memang bukan sekadar usaha minuman. Ia adalah simbol dari era ketika popularitas digital bisa dengan cepat berubah menjadi kekuatan bisnis. Didirikan pada 2021, Menantea melesat. Cepat sekali.

Nama Jerome Polin menjadi bahan bakar utamanya. Antrean panjang di gerai-gerai awal pembukaan bukan pemandangan asing. Anak muda datang bukan hanya untuk minum teh. Tapi untuk menjadi bagian dari tren.

Menu dengan nama-nama unik. Strategi pemasaran berbasis komunitas. Semua terasa pas di zamannya.

Namun, waktu tidak pernah benar-benar berpihak lama pada satu tren.

Lima tahun berjalan, realitas mulai terasa. Dunia bisnis tidak selalu seindah awal peluncuran. Ia keras. Kadang tidak memberi ruang untuk kesalahan kecil sekalipun.

Sebagai penutup, Menantea memilih cara yang cukup elegan. Diskon besar-besaran. Clearance sale selama 15 hari terakhir—10 hingga 24 April 2026.

Harga dibuat sederhana:
Rp10.000 per cup di sebagian besar cabang.
Rp15.000 per cup untuk wilayah Papua.

Sebuah cara untuk berpamitan. Sekaligus memberi kenangan terakhir bagi pelanggan setianya.

“MenanTeam ingin memberikan kado spesial,” tulis manajemen. Lagi-lagi sederhana. Tapi cukup menyentuh.

Di balik itu semua, ada pengakuan yang jarang disampaikan secara terbuka oleh pelaku bisnis. Bahwa kegagalan bukan selalu karena pasar. Tapi bisa dari dalam.

Jehian Panangian Sijabat, kakak sekaligus co-founder, mengakui adanya persoalan internal. Tidak dirinci panjang. Tapi cukup memberi gambaran bahwa perjalanan bisnis ini tidak mulus.

Dan di situlah letak pelajarannya.

Bisnis Menantea Jerome Polin menunjukkan satu hal yang sering dilupakan banyak orang: viral itu mudah datang, tapi mempertahankan jauh lebih sulit. Popularitas bisa membuka pintu. Tapi manajemenlah yang menentukan apakah pintu itu tetap terbuka.

Menantea sudah sampai di ujung jalannya. Bukan akhir yang diharapkan. Tapi mungkin akhir yang jujur.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here