Tuesday, 14 April 2026
HomeKota BogorWakil Mentri Ketenagakerjaan Lepas Program Magang 120 Peserta di RS Ummi Bogor

Wakil Mentri Ketenagakerjaan Lepas Program Magang 120 Peserta di RS Ummi Bogor

Bogordaily.net – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor menghadiri pelepasan magang nasional di RS Ummi Bogor, serta berterima kasih telah mendukung program penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional.

RS Ummi yang sukses menyerap ratusan peserta magang sebagai bagian dari target besar 1.000 anak magang di sektor kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenaker dalam kunjungan kerjanya di Gedung RS Ummi Lantai 6, Empang, Bogor Selatan, pada Selasa (14/4/2026).

Acara ini turut dihadiri oleh Owner RS Ummi Fahmi, Direktur Utama RS Ummi dr. Najib Askar, serta jajaran direksi dan manajemen.

Dalam sambutannya,Wakil Mentri Ketenaga Kerjaan Afriansyah Noor menekankan bahwa program magang nasional merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka pengangguran dari kalangan fresh graduate.

Sejak diluncurkan pada akhir 2025, program ini telah menyasar 100.000 peserta secara nasional dan diproyeksikan meningkat menjadi 150.000 orang.

“Kami mendapatkan informasi luar biasa. RS Ummi meski bertipe C, namun melayani hampir 1.000 pasien setiap hari, mayoritas pengguna BPJS Kesehatan. Ini membuktikan RS Ummi tidak hanya mencari laba, tapi pelayanan umat,” ujar Afriansyah di hadapan manajemen dan peserta magang, Selasa (14/4).

Wamenaker menjelaskan bahwa di RS Ummi saat ini terdapat 120 peserta magang yang tersebar di berbagai lini, mulai dari perawat, tenaga teknis kefarmasian, apoteker, hingga tenaga administrasi.

“Pemerintah melalui Kemnaker melakukan magang nasional ini selama 6 bulan. Anak-anak ini mendapatkan pengalaman langsung di bidangnya. Jika mereka lulusan kimia, mereka masuk lab. Jika akuntan, mereka ke administrasi keuangan,” lanjutnya.

Satu hal yang menarik dari program ini adalah pemberian uang saku yang layak.

Afriansyah menyebutkan bahwa peserta magang di wilayah Bogor menerima uang saku sekitar Rp5 juta per bulan, setara dengan Upah Minimum Kota (UMK) setempat.

“Ini bukan sekadar honor, tapi uang saku senilai UMP di tempat mereka bekerja. Selama 6 bulan mereka bisa memanfaatkan ini untuk hal positif sekaligus memotivasi semangat kerja mereka,” tegas Wamenaker.

Afriansyah juga mendorong lulusan Universitas Ummi untuk melirik peluang kerja di luar negeri, seperti Jepang, yang saat ini mengalami krisis usia produktif. Ia memuji karakter pekerja Indonesia yang dikenal sopan dan rajin dibandingkan negara lain.

“Anak Indonesia itu ringan tangan, sopan, dan hasil kerjanya dikirim untuk membantu orang tua di kampung halaman. Ini yang menjadi nilai plus di mata dunia internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama RS Ummi, dr. Najib Askar, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Kemnaker menjadikan RS Ummi sebagai mitra program magang Batch 1 dan Batch 2.

“RS Ummi memiliki 206 tempat tidur dengan 478 karyawan. Kami bersyukur dipercaya masyarakat sebagai rumah sakit dengan kunjungan terbesar kedua di Kota Bogor setelah RSUD,” ungkap dr. Najib.

Menurutnya, program magang ini merupakan jembatan yang efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here